Senin, 19 Agustus 2019

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Kabupaten Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam.
“Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya kaya semua? Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan  Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi.
Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang orang pintar dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain.
Najib menegaskan, hanya akhlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia.
Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan.
Belajar dari Rasulullah, lanjut Najib, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.
Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesantren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya.
“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman baheula,” tandasnya.
Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul.
Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid.
“Agar Brebes lebih unggul, maka harus pula mengalokasikan untuk masjid dan pesantren yang lebih besar,” tandasnya.
Kedua, SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran, adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan separatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecah belah Indonesia dari berbagai sisi.
“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.
Perlu diingat pula, bahwa membangun negara, membangun daerah pasti ada musuhnya. Dan musuh sekarang tidak kelihatan, yakni Kemunafikan.
Najib juga menandaskan bahwa NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tidak perlu ada NKRI Bersyariah.
Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat  Kabupaten Brebes dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" di Pendopo Brebes. Jumat (16/8) malam.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam kata sambutannya berharap,. Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945.
Untuk itu, lanjut Idza, sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama  yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. Di semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.
Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Asisten 1 Sekda Drs H Athoillah Syatori, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Para Kepala OPD Kabupaten Brebes, para Kepala Bagian dilingkungan pemkab Brebes, Camat se Kabupaten Brebes, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu Undangan lainnya.
Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi perwakilan jajaran Forkopimda  dan Kepala OPD yang diberikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/Utsm).

Sabtu, 17 Agustus 2019

Serenada Aubade dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dalam Rangka Proklamasi HUT RI Ke 74

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Bertempat di Alun-alun Kabupaten Brebes, Serenada Aubade dan Upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka Proklamasi HUT RI ke 74 tahun 2019 berlangsung khidmat dan lancar, Upacara Tingkat Kabupaten Brebes ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Sabtu (18/08/2019).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua Pengadilan Kabupaten Brebes Edi Saputra Pelawi, SH., M.H, dan yang bertugas menjadi Komandan Upacara sore tadi adalah Kapolsek Losari AKP Suraedi, Perwira Upacara Kapten Inf Kunpriyanto, SE dari yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Ketua DPRD Brebes, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK, dan Forkompinda lainnya serta Sekda Brebes Djoko Gunawan, Jajaran Perwira Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes, Kadin\instansi dan SKPD Kabupaten Brebes, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Brebes.

Pasukan upacara yang terlibat diantaranya  1 Regu Korsik, 1 SSK Gabungan TNI, Satpol PP,  1 SSK Gabungan Polri, Dishub Kominfo, 1 SSK Korpri, 1 SSK PGRI, 1 SST Senkom, 1 SSK Pelajar Osis dan Pramuka.

Tim serenada Paduan suara dan pembacaan Naskah Ikrar Pelajar mengakhiri aubade dan upacara di HUT RI di Kabupaten Brebes. (Utsm)

Komandan Kodim 0713/Brebes Hadiri Upacara HUT RI Ke 74

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di Alun-alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (17/08/19).
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 mengusung tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”, bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Brebes Idza Priyanti, SE, MH, sementara Komandan Upacara dijabat Danramil 14/Banjarharjo Kapten Inf Agus Sulistyo dan Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Kunpriyanto, SE Pasipers Dim 0713/Brebes dan juga jabatan resminya merangkap sebagai Danramil 02/Jatibarang.
Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi. Pancasila inilah sebagai induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama: Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kong Hu Chu dan Kristen. Yang di dalamnya bersemayam spirit-spirit berasaskan kebudayaan Nusantara. Kalaulah sistem pemerintahannya pernah berubah, toh akhirnya jiwa-jiwa yang telah menyatu dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote tidak bisa dipisahkan.
Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949.
Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sampai kapan? Seperti ungkapan Bung Karno, "Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.
" Bung Karno mengatakan, “Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan G O T O N G – R O Y O N G. Gotong-royong adalah pembantingan - tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantubinantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!”
Tekad kebersamaan, senasib sepenanggungan inilah yang terus kita emban untuk menghadapi zaman. Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme. Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam.
Jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, “Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.” Jangan lagi ada. Perbincangan kita harus melompat jauh ke depan.
Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain.
Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika mereka diremehkan. Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka dilecehkan. Gold generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040, 20 tahun lagi. Mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang anak anak kita. Kita rebut kembali kejayaan Majapahit, yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara.
Anak-anak kita harus jadi arus besar perubahan yang meluncur ke Utara, ke seluruh bagian di penjuru dunia. Inilah saatnya kita kirim arus balik, setelah sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain.
Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu. Saudara-saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Persatuan Indonesia ! Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya.
Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar.
Yakin lah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya, bahkan lebih.
Hadir dalam upacara tersebut diantaranya Forkopimda Brebes hadir pula Wakil Bupati Narjo SH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, para Kepala OPD, Pramuka, pelajar, TNI dan Polri juga organisasi kemasyarakatan turut serta dalam upacara.
Kegiatan serupa juga digelar di seluruh Kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes yang diikuti personel TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat setempat. (Utsm)

Apel Kehormatan Dan Renungan Suci Di TMP Kusumatama Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci, dini hari di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumatama Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (17/08/2019).
Salah satu agenda rutin pada setiap tengah malam menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan khususnya pejuang kemerdekaan.
Apel kehormatan dan renungan suci tersebut dihadiri oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, Kepala Pengadilan Negeri Brebes, Kepala Pengadilan Agama Brebes dan Forkopimda lainnya serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten.
Hadir pula para Staf Ahli Bupati, Asisten, pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kabupaten Brebes.
Apel kehormatan dan renungan suci ini juga diikuti oleh satu pleton anggota TNI dari Kodim 0713/Brebes dan satu pleton anggota Polres Brebes. Tak ketinggalan pula anggota Korpri dari beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes serta satu pleton anggota Pramuka.
“Renungan suci ini merupakan bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Sebagai generasi penerus kita wajib menghormati pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan bagi bangsa Indonesia,” ungkap Kapolres.
Apel kehormatan ditujukan kepada arwah para pahlawan khususnya anggota TNI dan anggota Polri yang dimakamkan di TMP tersebut. Usai mengheningkan cipta, dilakukan penyalaan obor oleh petugas yang membuat suasana di sekitar TMP cukup temaram. Apel kehormatan dan renungan suci ini ditutup dengan hening keliling. (Utsm).

Jumat, 16 Agustus 2019

Kodim 0713 Buka Lapak Di Brebes Expo

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Pembukaan Brebes Expo Tahun 2019 telah dibuka secara resmi oleh Bupati Brebes bersama Forkopimda di kawasan GOR Sasana Kridha Adikarsa Brebes. Kamis malam (15/08/2019).
Pengunjung membludak menyaksikan acara peresmian yang setiap tahunnya ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah kabupaten dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini merupakan sejarah baru Brebes Expo untuk Kodim 0713/Brebes, dimana pengunjung yang singgah dan mampir di Stand Kodim akan disuguhi minuman khas TNI (Imukal) dengan berbagai rasa.
Saat dikunjungi oleh Bupati dan rombongan Forkompinda, pemandu menjelaskan isi dan fasilitas di Stand Kodim di Brebes Expo, dimana menyediakan barang-barang militer yang bisa digunakan oleh masyarakat umum dan melayani pembeli dari berbagai organisasi masyarakat dari perlengkapan mulai dari bawah hingga kepala atas (baret/topi dan lainnya)
Disampaikan oleh anggota Koperasi Primer Kartika A-09 Serka Dirsono kepada Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE MH dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang XIII Dim 0713 Brebes Nyonya Reva Faisal Amri bahwa Kodim Brebes juga menyediakan Pupuk Wijayakusuma Nutrition dan Watergaz sebagai produk unggulan TNI dalam menyikapi hasil pertanian dan polusi udara serta irit BBM.
Pupuk dan Watergaz adalah produk dari Korem 071/Wijayakusuma yang sebelumnya sudah di cetuskan Komandan Korem Kolonel Kavaleri Dani Wardhana dalam menyikapi hasil pertanian dalam upaya mensukseskan Swasembada Pangan Nasional. Ditambahkan lagi bahwa Watergaz juga sangat ramah lingkungan, irit BBM dan tidak merusak mesin kendaraan.
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menjelaskan bahwa Stand Kodim di Brebes Expo adalah Kodim ingin membantu petani di brebes dengan Pupuk Wijayakusuma Nutrition agar hasilnya melimpah dan Watergaz agar masyarakat tahu akan temuin ini sangat ramah lingkungan dan irit BBM serta tidak merusak mesin kendaraan, karena alat tersebut dipasang diluar mesin (pembuangan angin), paparnya.
Dandim juga menambahkan bahwa warga masyarakat Brebes dipersilahkan mencicipi (Imukal) minuman khas TNI langsung di Stand dan Gratis. (Utsm)

Kwarcab Brebes : Renungan Dan Ulang Janji Pramuka

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memimpin Renungan dan Ulang Janji Pramuka bersama jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Brebes di halaman SD N 1 Larangan. Selasa (13/8) malam.
Seketika lampu mulai dipadamkan dan suasana terasa hening. Upacara dimulai dengan dinyalakannya obor api dasa darma lalu membentuk lingkaran obor atau pelita abadi berada di tengah peserta upacara.
Bupati bertindak sebagai pembina upacara, membacakan janji pramuka diikuti semua peserta. Sesuai dengan namanya, inti upacara adalah melakukan perenungan terhadap usaha dan karya dengan mengulang pengucapan janji Tri Satya Pramuka.
Dikatakan Idza, upacara Renungan dan Ulang Janji merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka yang dilaksanakan pada malam menjelang tanggal 14 Agustus. Esok harinya, ziarah makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama Brebes. Kemudian Upacara Peringatan Hari Pramuka di SD N 1 Larangan.
"Moment ini sangatlah penting, karena lahirnya gerakan pramuka merupakan salah satu cita-cita untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia," ucap Idza.
Idza berharap, peringatan Hari Pramuka ke 58 ini. Selain mengenang kembali gerakan pramuka, juga sebagai moment untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.
Usai melaksanakan upacara, dilanjutkan dengan sarasehan. Turut hadir Ketua Kwarcab 11.29 Brebes Emastoni Ezam, Camat Larangan, Danramil 16/Larangan serta pengurus majelis pembimbing cabang, mabiran, andalan, pelatih dan pembina pramuka Kwarcab Brebes. (Bayu Arfi/Wasdiun/Utsm).

35 Paskibra Tingkat Kabupaten Brebes Dikukuhkan

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di dampingi Forkompinda diantaranya Komandan Kodim 0713/Brebes dan Kapolres Brebes mengukuhkan 35 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih Tingkat Kabupaten Brebes. Mereka yang dikukuhkan bakal mengemban tugas menaikan bendera Merah Putih saat upacara peringatan HARI Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Juga akan bertugas pada upacara penurunan Bendera Merah Putih di Alun-alun Brebes, Sabtu (17/8) mendatang.
Bupati berharap, sebagai perwakilan pemuda pemudi Brebes yang sudah terseleksi, terlatih, diyakini tugas tersebut dapat diemban dengan baik.
“Jadikan tugas ini, sebagai babak baru atau momen penting dalam membangun masa depan kalian semua,” ucap Bupati pada malam pengukuhan.
Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai anggota paskibraka, tugas yang dilaksanakan bukanlah tugas yang ringan. Karena keberhasilan upacara pengibaran bendera sang merah putih dan penurunan bendera terletak di pundak Paskibra.
Idza juga mengapresiasi bahwa menjadi Paskibra harus disyukuri dan patut berbangga karena telah menjadi remaja, generasi muda pilihan yang mendapat kesempatan dan kepercayaan, untuk menjadi bagian dari Paskibra Brebes 2019. Terlebih, untuk dapat menjadi paskibraka, dibutuhkan kualitas-kualitas unggulan yang tidak dimiliki oleh setiap orang.
Karenanya, pertanggungjawabkanlah ke percayaan dan kehormatan itu, dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, pelihara kesehatan juga konsentrasi yang baik, dan tentunya tanpa pernah putus berdoa memohon kekuatan dari Allah SWT.
Paskibra dikukuhkan berdasakan SK Bupati Brebes nomor 003.1/527 Tahun 2019 tentang pembentukan Panitia Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 74 Kabupaten Brebes tahun 2019. Sebanyak 36 siswa terdiri dari 16 putra dan 20 putri.
Sebanyak 35 akan bertugas ditingkat Kabupaten sedangkan 1 orang menjadi perwakilan Brebes sebagai Paskibara Provinsi Jawa Tengah. Pengukuhan ditandai pemasangan Kendit (Sabuk Hijau Paskibra).
Selanjutnya, secara bergilir seluruh anggota Paskibra diberi kesempatan mencium dan memeluk bendera merah-putih sebagai wujud Dharma Bhakti kepada Nusa dan bangsa diiringi lagu Syukur.
Anggota Paskibara telah diseleksi beberapa bulan yang lalu secara berjenjang. Dan selama dua minggu menjalani karantina dengan bimbingan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes serta dari Dinas Kesehatan Kab Brebes. (Bambang Sugiarto, Wasdiun, Utsm)