Senin, 31 Desember 2018

Ribuan Bibit Hijaukan Sirampog Brebes Guna Merehabilitasi Lahan Kritis

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Program kedaulatan pangan yang telah dicanangkan Pemerintah Jokowi-JK, tak hanya menyasar sawah maupun perkebunan masyarakat, akan tetapi hutan milik Perhutani juga dimaksimalkan.

Selama ini, berbagai program Perum Perhutani telah berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat desa hutan melalui penanaman tanaman pangan, antara lain dengan pola tumpangsari melalui program Perhutanan Sosial, program Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) serta dengan sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

Untuk merespon program presiden tersebut, Perhutani bersinergi dengan Pemprov Jateng dan melibatkan unsur TNI dengan membangun sebuah sistem Integrated Farming System/ Sistem Pertanian Terpadu. Disini peran Perhutani adalah menyiapkan lahan dan pendampingan, sedangkan pemerintah memberikan bantuan input seperti pupuk ataupun benih unggul. Kini banyak petani-petani hutan mendapatkan subsidi pupuk dan sebagian benih. Prinsipnya adalah, Perhutani membuka lahan kawasan hutan seluas-luasnya, kemudian melibatkan masyarakat setempat untuk ikut mengelolanya sehingga meningkat kesejahteraan dalam kontek tidak memiliki kawasan hutan.

Oleh karenanya, Perhutani KPH Pekalongan Barat RPH Sirampog, bersinergi dengan para Guru dan Alumni SMKN 2 Slawi, Para Guru dan murid SMAN 2 Brebes, PDAM Provinsi dan Brebes, Muspika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes dan jajarannya termasuk Babinsa Koramil 10/Sirampog Kodim 0713 Brebes, serta masyarakat Dusun Kaliwadas Desa Dawuan Kecamatan Sirampog sebagai sasaran kegiatan. Minggu (30/12/2018).

Dijelaskan Wakil Bupati Brebes Narjo, SH (jaket merah BREBES) bahwa, SMKN 2 Slawi Kabupaten Tegal dalam rangka memperingati HUT Ke-50 nya, bekerja sama dengan Asper KPH Pekalongan Barat RPH Sirampog, melaksanakan reboisasi areal hutan dengan bibit mahoni dan trembesi, serta tanaman produksi berupa kopi. Total pohon keseluruhan yang akan ditanam secara bertahap adalah 12.000 batang. Jadi selain untuk mitigasi bencana longsor dengan merehabilitasi lahan kritis di Desa Dawuan dan sekitarnya juga sebagai wujud bhakti lingkungan alumni tersebut di Tuk Suci dan sekitarnya, disamping bonusnya nanti adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani wilayah hutan dengan kopi. (pendim0713brebes/Aan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar