Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2020

Kodim Brebes Siapkan 250 Nasi Bungkus Di Dapur Umum Lapangan

Brebes | Wartakodimbrebes.com – TNI-Polri dan BPBD kabupaten Brebes kembali memasak di Dapur Umum Lapangan Covid-19 yang berdiri di halaman Kodim 0713 Brebes. Kamis (25/06/2020). 

Kodim 0713 Brebes menyediakan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19. Dimana TNI-Polri dan BPBD kabupaten Brebes sekarang ini memasak untuk dibagikan dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19.

Dapur umum di Kodim 0713 Brebes setiap hari memasak 250 bungkus nasi seperti yang dilakukan hari ini. Nasi bungkus itu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sinergitas TNI-Polri dan BPBD di Dapur Umum Lapangan ini akan berlangsung hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan adanya Pandemi Covid-19. (Utsm).

Kodim Brebes Komsos Dengan Komponen Masyarakat Membangun Negeri Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Kemanunggalan TNI bersama Rakyat sudah menjadi tugas dan tanggung jawab aparat kewilayahan, dalam hal ini Kodim 0713 Brebes melaksanakan Komunikasi Sosial dengan komponen masyarakat bertempat di aula Kodim Jalan Jenderal Soedirman Nomor 107 Brebes. Kamis (25/06/2020).

Acara Komunikasi Sosial digelar dengan tema ”bergandengan tangan membangun negeri memperkokoh persatuan dan kesatuan”.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memelihara dan meningkatkan keakraban hubungan antara Kodim dengan komponen masyarakat untuk kepentingan pertahanan negara, guna terwujudnya NKRI yang berdaulat dan sejahtera.

Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE membuka acara tersebut melalui Kepala Staf Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku yang dihadiri oleh Perwira Staf Kodim, Danramil, Babinsa, Tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat kabupaten Brebes.

Mayor Edwin dalam sambutannya menyampaikan bahwa komunikasi sosial ini bertujuan menjaga tali silaturahmi antara prajurit TNI dengan komponen masyarakat yang ada di wilayah kabupaten Brebes. Tutur Kasdim.

Hal ini tentu menjadi sangat penting dalam membantu kesulitan yang melanda masyarakat. Tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Kasdim bahwa kondisi negara saat ini sedang mengalami pandemi Covid-19, jangan menganggap remeh Covid-19 karena besar sekali kemungkinan kita terpapar virus ini. Untuk itu kita harus tetap patuh pada protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, saya ucapkan terima kasih karena sebelum masuk aula ini seluruh peserta melaksanakan protokoler tersebut.
“Pemerintah telah berupaya mumutus mata rantai Covid-19 dengan melakukan pencegahan dan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin mencuci tangan/ handsanitazer dan menjaga jarak, serta makan makanan yang bergizi, rajin olahraga, dan istirahat yang cukup, Saat ini kebijakan pemerintah melaksanakan new normal, atau istilah lain pola hidup baru dengan tujuan dapat beradaptasi menuju masyarakat yang aman dan produktif”. Tambahnya.

“Pola hidup baru tentunya sudah menjadi pertimbangan yang matang oleh Pemerintah dengan harapan aman dan produktif” Imbuhnya lagi.
”Dalam sistem pertahanan, TNI sebagai tumpuan pertahanan dalam upaya yang efisien adalah dengan melakukan pembinaan teritorial, Sebagai Tentara Nasional Indonesia tidak ada ego suku, ras dan golongan dalam tubuh TNI oleh karna itu disebut Tentara Nasional yang melalui proses dididik, dilatih dan dipersenjatai atas kepentingan Bangsa dan Negara oleh karna itu kemanunggalan TNI dan rakyat tidak dapat dipisahkan, Kondisi saat ini dan selamanya tetap kita jaga untuk tetap kondusif dengan berpedoman pada Pancasila.”Pungkasnya diakhir sambutannya. (Utsm).

Kamis, 10 Januari 2019

Ingin Sehat Ya Gerakkan Badan Minimal Satu Jam Sehari

Brebes - Anggota TNI Kodim 0713 Brebes, melaksanakan apel pagi dilaksanakan di halaman Gedung Olahraga Sasana Krida Adhikarsa Brebes, dalam rangka mengecek kesiapan pelaksanaan tugas pokok sehari-hari sebelum aerobik. Kegiatan diikuti kurang lebih 50 orang. Kamis pagi (10/01/2019).
Pelaksanaan kegiatan aerobik ini mempunyai tujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh prajurit. Selain itu guna mempererat kekompakan antar prajurit, melalui suara nyanyian lagu-lagu pembangkit semangat.


Perwira Seksi Intelijen Kodim, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona (pengambil apel) menyatakan bahwa, jika ingin sehat ya olahraga. Pasalnya, apabila prajurit tak sehat maka tidak akan mampu melaksanakan tugas di wilayah binaan secara maksimal.

Selain itu ditambahkannya, kegiatan ini dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis yang merupakan protap satuan sesuai petunjuk Kasad, bahwa dalam sehari orang minimal harus menggerakkan badannya selama satu jam.

Namun sebelum beraktivitas tersebut, pengecekan tekanan darah dan gerakan pemanasan wajib dilakukan supaya terhindar dari resiko cidera. (Utsm0713)

Tak Ingin Bencana, Masyarakat Rancawuluh Brebes Hidupkan Kembali Irigasi


Brebes | Wartakodimbrebes.com Guna melancarkan saluran pembuangan dalam cegah dini banjir puncak musim penghujan di wilayah Kabupaten Brebes, yang identik terjadi di daerah Pantura, masyarakat Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba melaksanakan normalisasi irigasi desa dari sampah dan pendangkalan tanah bersama TNI. Kamis (10/1/2019).


Terlihat Dulhalim (47) TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Rancawuluh bersama masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan sampah saluran air di Rt. 04 Rw. 02, guna menghidupkan kembali suplai air untuk kebutuhan pengairan areal persawahan penduduk.

Di sela-sela gotong-royong, Serma Hernawan, Babinsa setempat dari Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes menyatakan bahwa, upaya tersebut diprakarsai pihaknya bersama TPK Rancawuluh, yang sebelumnya digelar koordinasi melalui rapat ramah tamah sederhana.

“Kami menghimbau kepada warga agar merawat saluran irigasi dalam upaya meningkatkan produksi pertanian. Selain untuk membuang air dari lingkungan warga menuju ke Sungai Pakijangan. Kami hanya memotivasi para warga dan petani,” ucapnya. (Utsm0713).

Rabu, 09 Januari 2019

Dandim Tak Ingin Bencana, Namun Yakin Brebes Siap Menghadapinya

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Brebes atas limpahan dari Pemerintah Daerah, Dandim 0713, Letkol Infanteri Faisal Amri, menyatakan apresiasi atas semangat keterlibatan seluruh elemen terkait, relawan serta masyarakat dalam kesiapan penanggulangan bencana tahun 2019.


Hal ini diungkapkannya selepas pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Personel dan Materiil Tanggap Bencana di Halaman Islamic Center Jalan Yos Sudarso, Brebes. Rabu (9/1/2019).

Diketahui, para pelajar yang tergabung dalam Pramuka Kabupaten juga siap menambah daya gedor TNI dalam menangani bencana ditambah komponen utamanya yaitu BPBD, SAR, Polres, Dinas PU, gabungan Linmas dan Satpol PP, gabungan Ormas, Dinsos, PMI, Dinkes, Dishub dan para relawan maupun masyarakat. Ini tentunya ditunjang dengan alat peralatan yang prima dari masing-masing tersebut.

Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) juga mengamini penyampaian pengambil apel, Bupati, Hj. Idza Priyanti, SE.MH bahwa, sudah menjadi tugas bersama dalam menangani bencana alam serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami akan karakteristik daerah rawan bencana. Hal ini penting guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi ancaman di sekitarnya. Selain memberikan porsi lebih terhadap penduduk rawan bencana dengan simulasi evakuasi secara terpadu dan periodik.

Ditanya daerah yang rawan, Faisal Amri menyatakan wilayah Kecamatan Salem dan Losari sementara daerah paling rawan bencana. Khususnya Salem, 7 pemukiman warga di Dusun Jojogan Desa Pasirpanjang perlu segera direlokasi, guna menghindarkan 23 warga petani penghuninya dari korban jiwa.

“Kita tidak ingin ada bencana, seandainya ada dengan apel ini kita tahu jumlah kesiapan baik tenaga maupun alat. Jika ada kekurangan akan segera diajukan oleh pemerintah daerah ke Provinsi,” tegasnya. (Aan0713)

TNI Paguyangan Brebes Latih Anak Sekolah Cintai NKRI

Brebes - Guna meminimalisasi pelanggaran anak didik di sekolah PBB, Babinsa Cilibur Kecamatan Paguyangan, Sertu Alik Sugiwaluyo melaksanakan tugas pembinaan kewilayahannya dengan melatih PBB kepada puluhan murid SMK Cilibur. Selasa (8/1/2019).
Rutinitas kegiatan yang dilakukan anggota Koramil 11 Paguyangan ini, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kecintaan terhadap NKRI yang kini mulai memudar. Hal ini disampaikan Drs. Fakhrudin selaku Kepala Sekolah.

"Rutinitas seperti ini sangat baik dilakukan apalagi pembinanya langsung dari TNI. Ini sangat mendukung kami lebih memahami tentang baris berbaris meski sebelumnya sudah dilatihkan di sekolah," ungkapnya.
Ditambahkannya, pelatihan PBB sebagai persiapan Lomba TUB BB (Tata Upacara Bendera dan Baris-berbaris) tingkat Kabupaten Brebes April 2019 mendatang.

Sementara menurut Babinsa, "Koramil memberikan sumbangsihnya terutama dalam membina generasi muda sejak dini, sehingga nantinya generasi muda mampu menjadi pemimpin yang handal dan berdisiplin tinggi,” bebernya.

Selain materi tersebut, juga diajarkan tata upacara bendera oleh Serda Sugeng Widodo. Tak lupa mereka menekankan untuk menjauhi Narkoba. (Utsm0713)


Pemilihan Perangkat Desa di Ketanggungan Brebes Berdasarkan Suara Terbanyak

Brebes – Di Aula Kantor Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan, telah dilaksanakan pemilihan Kepala Dusun 2, pasca pengunduran diri Rauf. Acara terbuka untuk umum dan dikawal tiga pilar yaitu TNI-Polri maupun Aparatur Pemerintahan Kecamatan. Selasa malam (8/1/2019).

Acara diawali dengan sambutan Sekcam Ketanggungan, HM. Suwarto SH. M. Hum yang menyampaikan bahwa perlunya segera dilaksanakan pengisian jabatan perangkat desa (Kadus) yang kosong karena pengunduran diri pejabat lama.

“Hal ini sesuai dengan Undang-undang Desa yang berlaku, yaitu Kades/Lurah berhak merotasi ataupun memutasi perangkat desa dalam satu level yang sama sehingga tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Sementara dijelaskan Tarlan K, A.Md.Pd, Kepala Desa bahwa dari dua orang calon Kadus 2, Slamet Sutiyono Kasi Pemerintahan, terpilih dalam pemilihan terbuka setelah mendapatkan 52 suara mengalahkan Rusdam Kasi Kesejahteraan Rakyat, dengan 49 suara. Ratusan masyarakat mengambil hak pilihnya disaksikan Bhabinkamtibmas Aipda Aenal dan Babinsa setempat Koptu Aryono Widodo.

“Setelah pemberian SK pemberhentian Kadus 2, dilaksanakan pemilihan terbuka. Masyarakat memilih pelayanan terbaik. Enam suara dinyatakan tidak sah dan terpilih Pak Slamet Sutiyono Kasi Pemerintahan guna mengemban tugas selanjutnya,” ucapnya. (Aan0713).


Selasa, 08 Januari 2019

Upaya Darurat Petani Randusari Brebes Selamatkan 13 Hektar Lahan Bawang


Brebes | Wartakodimbrebes.com -  Pasca jebolnya Tanggul Sungai Bancang di Dusun Soka Desa Randusari Kecamatan Losari, yang membuat para petani bawang merah dan padi merugi, masyarakat bersama TNI melaksanakan penambalan darurat menggunakan karung tanah. Senin (7/1/2019).
Upaya ini mulai dilaksanakan pada Minggu (6/1) yang melibatkan puluhan masyarakat dan petani terdampak. Dibenarkan Babinsa setempat, Serda Sayidi bahwa, sebanyak 30 orang warga binaannya bergotong-royong memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang 60 meter dan tinggi 2 meter dengan menggunakan media karung yang diisi dengan tanah.


“Tanggul Kali Bancang jebol pada Jumat tanggal 4 Januari 2019. Penambalan tanggul kami lakukan untuk menghindarkan dampak kerugian yang lebih besar bagi petani maupun pemukiman masyarakat pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Babinsa hanya memotivasi warga untuk melakukan langkah antisipasi secepatnya sambil menunggu bantuan alat berat maupun bronjong guna lebih memaksimalkan ketahanan tanggul baru. Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, pasalnya sekitar 13 hektar lahan pertanian tergenang dengan ketinggian bervariasi rataan 50 centimeter. Sehari setelah banjir petani berusaha menyelamatkan tanamannya dengan penyedotan sawah menggunakan pompa air, mereka juga berharap tidak terjadi hujan deras sebelum tanggul jadi. (pendim0713brebes/Aan).

Minggu, 06 Januari 2019

Januari, Lomba Foto Kegiatan TNI-Polri


Regenerasi SWK, Bentuk Kepramukaan TNI Makin Solid


Brebes | Wartakodimbrebes.com – Regenerasi dalam sebuah organisasi adalah hal yang sangat diperlukan guna pembinaan karier atau kecakapan anggotanya. Tak hanya di satuan TNI-Polri maupun Aparatus Sipil Negara saja, di tubuh Kepramukaan, peremajaan ini juga sangat diperlukan.

Terlihat Babinsa Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Serda Eko Pamujo, Pembina Saka Wira Kartika (SWK) Koramil, menyematkan tali kur kepemimpinan dalam upacara sederhana dari Ketua Krida lama tingkat 2 kepada yang baru terpilih dari tingkat 3 di Lapangan Makoramil. Eko Pamujo menekankan dalam amanat lisannya, “Sebagai Pramuka anak kandung TNI, hendaknya meningkatkan kedisiplinan dan keiklasan dalam membantu tugas TNI khususnya sosial kemanusiaan penanggulangan bencana alam,” terangnya Sabtu sore (5/1/2019).

Tak lupa ia tekankan untuk menjauhi Narkoba dan Miras karena sangat merusak generasi penerus bangsa demi pembangunan Indonesia kedepannya. “Dalam pembentukan karakter SWK binaan Koramil, saya harapkan mereka nanti menjadi generasi yang berwatak Pancasila, bertanggung jawab serta mempunyai semangat juang yang tangguh sehingga tak kenal menyerah menghadapi setiap permasalahan yang akan mereka hadapi saat menjadi para pemimpin bengsa kelak,” tandasnya.
Diketahui bahwa, terdapat 5 Krida berstandar nasional dan TNI yang diajarkan kepada para anggota organisasi yang terdiri dari berbagai murid sekolahan di Kecamatan Bulakamba. Lima Krida tersebut meliputi Krida Navigasi Darat (kecakapan pengetahuan peta termasuk resection dan intersection, pengetahuan medan, kompas siang dan malam serta pengetahuan GPS. Kedua adalah Krida Pionering berupa tali-temali, pembuatan jembatan improvisasi, pembuatan kemah serta bekal air dan listrik.

Ketiga, Krida Mountaineering, disini diajarkan tentang panjat dan turun tebing serta traversing. Keempat adalah Survival atau cara bertahan hidup di hutan, gunung serta Ralasuntai (Rawa Laut Sungai dan Pantai), melalui pengenalan berbagai jenis tumbuhan dan binatang yang dapat dimakan. Sedangkan Krida terakhir adalah Penanggulangan Bencana. (pendim0713brebes/Aan)

Tak Ingin Kecolongan, Babinsa Salem Brebes Mitigasi Bencana Longsor

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Trauma healing tanah longsor yang merenggut 18 jiwa (empat belum ditemukan) dan belasan luka-luka, belum hilang di benak masyarakat Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem. Kejadian berskala nasional ini terjadi pada 22 Februari 2018 lalu, hal ini diungkapkan Bati Tuud Koramil 13 Salem, Pelda Jahri. Sabtu malam (5/1/2019).

Dijelaskannya juga, sebelumnya Mahasiswa UGM Yogyakarta bersama BPBD Provinsi Jateng dan Kabupaten, telah memasang EWS (Early Warning System) di tiga tempat berbeda pasca kejadian tersebut, yaitu berlokasi di Bukit Labuan Bulan (mahkota longsoran) dan Dusun Jojogan untuk mendeteksi pergerakan tanah, sedangkan di Dusun Nangka Gede akan berbunyi apabila curah hujan lebat.

“Sirine EWS akan berbunyi jika terjadi pergerakan tanah di Labuan Bulan. Selanjutnya apabila bukit tersebut longsor, dampaknya akan menuju ke Dusun Jojogan, Cibuhun dan Nangka Gede. Jadi, warga kami bisa menjauh dari titik rawan bencana lebih awal jika sirine di Nangka Gede berbunyi tanpa harus menunggu bunyi alarm pergeseran tanah,” ungkapnya.

Di Jojogan sendiri, retakan ini lebarnya 30 centimeter dan panjang 10 meter pada tebing setinggi 7 meter. Tujuh perumahan penduduk disini dengan 20 orang, perlu meningkatkan kewaspadaan karena tanah mudah terlepas di sekitar mahkota longsor lama, jika terlalu banyak menyerap air di puncak musim penghujan Januari-Februari 2019. Pihaknya juga telah memetakan jalur dan tempat evakuasi mulai dari Dusun Cibuhun ke Cinangka dengan titik kumpul pertama di Balai Desa Pabuaran, sedangkan titik kumpul kedua terletak di Masjid Nurul Huda Dusun/Desa Pasirpanjang. Untuk Helipad berada di dua Lapangan Sepak Bola, yaitu Pasirpanjang dan Pabuaran.
“Jika terjadi bencana kembali, untuk Dapur Umum (DU) akan didirikan di Depan Kantor Desa Pasirpanjang dan Pabuaran, kedua tempat ini kini juga berfungsi sebagai Posko Penanganan Bencana Alam. Untuk rujukan penanganan medis terdekat yaitu Puskesmas Bentar Salem, RSUD Kecamatan Bumiayu dan RSUD Majenang Kabupaten Cilacap. Sosialisasi bagi warga kedua warga desa binaan ini sedang kami rencanakan secepatnya,” tutupnya. (Aan 0713).

Danramil 17 Songgom Brebes : Tiga Kriteria Masyarakat Sadar Akan Hukum

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Pembinaan Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) bagi warga masyarakat Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom, akan diemban oleh para perangkat desanya sebagai duta atau kader. Untuk menyamakan persepsi para pilot proyek ini, dilaksanakan penyuluhan di Kantor Desa. Sabtu (5/1/2019).
Sebagai pemberi materi, Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi membekali 20 orang perangkat desa dengan pengetahuan tentang menjaga kondusifitas wilayah desa menjelang Pilpres dan Pileg 2019, agar menyaring berita terlebih dahulu sebelum sharing sehingga tidak tercipta keresahan di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya menghimbau kepada para kader agar lebih bijak dalam menyikapi berita, terlebih yang belum tentu kebenarannya atau hoax, saring sebelum sharing. Dalam situasi masa politik jelang Pemilu 2019 ini, lebih meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya agar tidak mudah terprovokasi sehingga menimbulkan perpecahan karena beda pilihan. Termasuk membatasi penggunaan ponsel guna menghindarkan dari bahaya pornografi,” ajaknya kepada para hadirin termasuk Kades, Rifai, Ketua BPD, LPM dan para Tokoh Masyarakat.

Lebih lanjut disampaikannya, penyuluhan yang dilakukan bersama pihak Kepolisian melalui Kapolsek Songgom, Iptu Sunarto kepada 20 orang perangkat desa setempat ini (para Ketua RT dan Ketua RW), bertujuan untuk membentuk perilaku masyarakat Jatirokeh khususnya menuju masyarakat sadar aturan/hukum yang berlaku di Indonesia. Pangkalnya adalah terbentuknya Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) dan Desa Sadar Hukum.

“Disebut masyarakat sadar hukum karena telah memenuhi tiga kriteria, yaitu sadar membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan, tidak ada perkawinan dibawah umur berdasarkan undang-undang perkawinan serta tidak terdapat tindak kriminal atau tindak kriminalnya rendah. Inilah yang coba kami gugah bersama pihak Kepolisian,” tutupnya. (pendim0713brebes/Aan).

Sabtu, 05 Januari 2019

Banjir Ancam Petani Bawang Gagal Panen, Ini Yang Coba Dilakukan

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Di wilayah Pantura Brebes, tepatnya di Dusun Sinung Desa Lemahabang Kecamatan Tanjung, banjir juga menggenangi areal persawahan dan pemukiman warga, termasuk pangkalan Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes. Jumat (4/1/2019).

Dari keterangan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, dijelaskannya bahwa telah terjadi limpasan air Sungai Sinung akibat peningkatan debit air yang berlebih/over sekitar Pukul 14.35 WIB. Air merupakan kiriman dari hulu di wilayah Selatan Brebes yaitu dari Kecamatan Larangan dan Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo.

“Kronologis kejadiannya adalah, sehari sebelumnya (1/3) mulai Pukul 16.45-20.30 WIB, wilayah Tanjung dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas sedang. Pagi hari ini cerah namun di wilayah Dukuh Sinung dan pangkalan dan Rumah Dinas Danramil yang terletak di pinggir Jalan Raya Pantura sudah dikepung air dengan ketinggian antara 10-35 centimeter menjelang Pukul 14.35 WIB karena lokasinya lebih rendah dari jalanan,” beber Muhtadi.

Lebih lanjut dijelaskannya, air juga menggenangi hektaran sawah para petani bawang merah dan padi sehingga mengakibatkan terancam gagal panen. Langkah yang diambil petani adalah berupaya mengeringkan lahan menggunakan pompa air guna menyelamatkan tanaman, sedangkan Danramil dan Piket menutup aliran drainase dari arah jalan agar air tidak tambah mengalir ke pangkalan.

“Selain para petani, kami juga memasang pompa air mini dari UPTD DPKP Kecamatan guna mengurangi ketinggian dan membuangnya ke kolam ikan yang tempatnya lebih rendah lagi. Pukul 15.30 WIB, air berangsur-angsur surut dan dapat mengalir ke arah utara drainase Jalan Raya Pantura. Inilah yang dapat kami lakukan dalam menyelamatkan aset milik negara dan TNI,” tutupnya. (pendim0713brebes/Aan).

Jumat, 04 Januari 2019

Kodim Maksimalkan Koordinasi Penanganan Bencana di Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Penanganan Bencana Alam (Bencal) di Kabupaten Brebes selama ini cukup terintegrasi dengan baik, namun guna lebih mengoptimalkan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TNI Kodim 0713 Brebes menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyamaan Persepsi Penanganan Bencana di lapangan. Jumat (4/1/2019).
Acara yang digelar di Ruang Data Makodim ini melibatkan lintas sektoral Kabupaten Brebes, meliputi Kodim, Polres, BPBD, Satpol PP, Dishub, Dinsos, Dinas PU, PMI serta BMKG Karesidenan Pekalongan wilayah Tegal. Disampaikan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE bahwa, upaya memaksimalkan penanggulangan Bencal ini berkaca pada pengalaman kejadian Tsunami Selat Sunda yang menghantam Banten dan Lampung (22/12/18) yang menewaskan ratusan orang serta longsor nasional yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Brebes (22/2/18) yang merenggut 18 nyawa termasuk 4 belum ditemukan jenazahnya hingga kini.

“Ini semua demi meminimalisir korban jiwa termasuk dari para relawan yang bekerja dilapangan. Siapa harus tahu berbuat apa dan dengan peralatan apa guna melaksanakan masing-masing tugas di lapangan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan gelar pasukan penanggulangan bencana alam setelah mendapatkan restu dari Bupati,” ungkap Faisal Amri membuka Rakor.

Menurutnya juga, penanganan di lapangan sangat membutuhkan integrasi solid diantara beberapa elemen utama penanganan bencana maupun relawan. Pasalnya Brebes khususnya wilayah tengah dan selatan merupakan daerah rawan bencana alam, terutama tanah longsor dan puting beliung. Sementara wilayah utara rawan akan banjir mengingat muara sungai berada disini.

"Kerja sama antar lini sangat dibutuhkan sehingga masyarakat Brebes lebih siap menghadapi bencana yang merupakan rahasia Tuhan. Selain itu, dengan kerja sama yang baik, penanganan juga akan lebih efektif, termasuk menyamakan persepsi dengan Dinas Pemadam Kebakaran serta Dinas Kesehatan serta rumah sakit,” imbuhnya.

Ancam Tiga Rumah, Ratusan Wong Salem Brebes Menyemut Buat Tebing Darurat

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Pasca ambruknya TPT (Talud Penahan Tanah) pada tebing setinggi 8 meter di Desa Gandoang Kecamatan Salem pada Kamis malam (3/1) yang mengancam tiga pemukiman warga yang berada di bawahnya, ratusan masyarakat yang dibantu anggota TNI-Polri, BPBD Brebes, Satpol PP dan perangkat kecamatan maupun desa setempat, melaksanakan karya bhakti. Jumat (4/1/2019).

Ini sebagaimana disampaikan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri. Lebih lanjut dijelaskannya, 120 orang gabungan tersebut membersihkan reruntuhan tanah dan batu secara estafet. Mereka juga membuat tanggul darurat dari karung yang diisi pasir ataupun tanah.

“Warga juga menancapkan potongan bambu pada tebing bekas yang longsor guna menahan laju material jika terjadi longsor susulan. Saya mewakili masyarakat disini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan darurat, khususnya kepada anggota BPBD Kabupaten Brebes yang terjun langsung ke wilayah,” apresiasi Jahri.

Lebih lanjut ditambahkannya, upaya tersebut akan terus dilakukan sampai tanggul penahan darurat benar-benar dinyatakan mampu atau kuat menahan tebing. Masyarakat berharap bantuan dari pemerintah kecamatan maupun daerah untuk merekonstruksi ulang TPT. Diketahui, Talud roboh sekitar Pukul 21.15 WIB sepanjang kurang lebih 10 meter sehingga mengancam 3 pemukiman warga menyusul hujan deras sehari sebelumnya mulai Pukul 15.00-18.30 WIB, mengguyur wilayah Kecamatan Salem dan sekitarnya. Tembok tak mampu menahan resapan air hujan dari atas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, adapun para pemilik rumah yang terancam meliputi Kartoyo (60), Warsono (25) dan Rukman (30). Ketiganya petani dan warga Rt. 02 Rw. 01. Kerugian materiil ditaksir mencapai 25 juta rupiah.

“Setelah dinyatakan aman ketiga warga beserta keluarganya tersebut diperbolehkan kembali kerumah masing-masing. Namun tetap kami himbau pada puncak musim penghujan, Januari-Februari 2019 ini, jika sewaktu2 terjadi hujan dengan intensitas yang deras dan cukup lama, segera mengungsi ketempat yang lebih aman,” imbuh Jahri. (pendim0713brebes/Aan).

Meriah Olahraga Tradisional Tiga Pilar Kabupaten Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com -Ratusan orang yang tergabung dalam komponen tiga pilar Kabupaten Brebes, yaitu TNI-Polri dan ASN, menggelar olahraga bersama di Stadion Karang Birahi Brebes. Kegiatan ini guna mewujudkan sinergitas dan soliditas tiga pilar tersebut dalam mendukung pesta demokrasi 2019 di wilayah Kabupaten Brebes sehingga aman damai dan sejuk. Jumat pagi (4/1/2019). Disampaikan Kapolres Brebes melalui Kabag Sumda Kompol Heri Tristiyono, “Guna meningkatkan sinergitas dan persaudaraan antara TNI, Polri dan ASN di wilayah Brebes serta meningkatkan kebugaran tubuh, maka digelar olahraga,” ungkapnya. Dibenarkan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE bahwa, olah raga bersama tersebut diisi dengan permainan tradisional yang dipilih sebagai langkah pelestarian serta menjaga salah satu budaya warisan nenek moyang atau Nguri nguri budaya Jawa. Gobak sodor, kasti serta ketangkasan terobos bola estafet, dapat dimainkan dan dinikmati semua kalangan tanpa memandang kasta. Sementara itu salah seorang peserta permainan gobak sodor, Kapten Infanteri Jupriadi, Pasiops Kodim menganggap kegiatan tersebut melebihi dari sekedar hiburan. Pasalnya, mudah, meriah mengundang tawa, murah untuk dimainkan serta cocok sebagai pembinaan teritorial di sekolah-sekolah. Sebelum pelaksanaan, diawali senam pagi bersama yang dipimpin Kapten Jupriadi. Hadir ditengah-tengah 320 orang peserta, Kapolres AKBP Aris Supriyono, S.I.K, M.Si, Dandim dan Bupati Brebes yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) Joko maupun beberapa Kepala SKPD Pemkab Brebes serta Direktur RSUD Brebes dr. Oo Suprana. (pendim0713brebes/Aan).

Tak Kuat Menahan Resapan Air, Tebing di Salem Brebes Roboh

Brebes – Hujan deras yang mengguyur di wilayah Kecamatan Salem mulai Pukul 15.00-18.30 WIB, mengakibatkan TPT (Talud Penahan Tanah) setinggi 8 meter di Desa Gandoang, longsor. Tembok pengaman ini ambruk karena tak mampu menahan resapan air dari atas. Kamis (3/1/2018).

Dari keterangan Rukman, tiba–tiba terdengar suara gemuruh dan setelah diperiksa ternyata tebing samping rumah ambruk. Sementara dijelaskan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa robohnya tebing terjadi sekitar pukul 21.15 WIB sepanjang kurang lebih 10 meter sehingga mengancam 3 pemukiman warga setempat. “Kerugian jiwa nihil, adapun nama pemilik rumah yang terancam adalah Pak Kartoyo (60), Warsono (25) dan Rukman (30). Ketiganya petani dan warga Rt. 02 Rw. 01. Kerugian materiil ditaksir mencapai 25 juta rupiah,” terangnya melalui sambungan smartphone.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah mendapatkan laporan dari salah satu pemilik rumah, Rukman, yang trauma dengan kejadian longsor Desa Pasir Panjang (22/2/18) lalu yang merenggut belasan jiwa, Pelda Jahri bergegas mendatangi lokasi kejadian. Mengajak masyarakat laki-laki, mereka melaksanakan evakuasi ketiga keluarga tersebut beserta barang-barang berharganya ke rumah tetangga yang lebih aman.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Komandan Kodim dan instansi terkait untuk melaksanakan karya bhakti besok pagi,” imbuhnya. (pendim0713brebes/Aan).

Istighosah Menghindarkan Bencana Fly Over Kretek dan Kabupaten Brebes


Brebes – Ratusan orang memadati dasar Fly Over (FO) Kretek Desa Kretek Kecamatan Paguyangan (Jalan Raya Purwokerto-Brebes) guna melakukan Istighosah dan Manaqib Kubro. Kamis malam (3/1/2019).

Diketahui, belasan kecelakaan telah terjadi dan menewaskan puluhan orang. Terakhir musibah Tronton sarat muatan yang mengalami kegagalan fungsi pengereman saat menuruni FO sehingga menabrak puluhan kendaraan bermotor di depannya di Jalan Raya Pangeran Diponegoro Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu (10/12/2018), menewaskan 4 orang serta setidaknya 7 orang luka-luka.

Acara yang digagas Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, dihadiri Bupati, Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng, Anggota DPRD, Forkopimda, Sekda dan Asisten, Kepala Kemenag, para Kepala SKPD, para Kyai dan Alim Ulama Se-Brebes serta masyarakat Kecamatan Bumiayu, Paguyangan dan sekitarnya. Dijelaskan Narjo (selempang sarung merah), Istighosah mempunyai makna lebih dari sekedar doa, yaitu upaya memohon pertolongan dari Allah SWT demi terwujudnya tujuan yang bukan biasa. Sedangkan Manaqib Kubro untuk mendapatkan limpahan kebaikan. Wabup juga menambahkan permohonan Bupati kepada hadirin, agar ikut mendoakan supaya masyarakat Brebes dan Jawa Tengah lebih makmur dan maju, dengan berdoa sambil berserah diri sehingga FO Kretek menjadi lebih aman tanpa kecelakaan berkelanjutan pasca dioperasionalkan Agustus 2018.

Sementara disampaikan pemberi tausiah, H. Taj Yasin Maemun, “Pemerintah membangun Fly Over Kretek dengan biaya sangat besar dalam upaya mengurangi kemacetan di Paguyangan, memperlancar perekonomian khususnya warga Paguyangan dan Bumiayu. Bukan untuk mencelakakan pengendara seperti kecelakaan sebelumnya, untuk itu marilah kita mensyukurinya. Ketika terjadi musibah hendaknya bertobat dan tidak perlu menyalahkan pihak lain. Musibah terjadi semata-mata karena kita diingatkan oleh Allah supaya lebih mendekatkan diri kepada-Nya,” ajaknya.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR akan membangun jalur penyelamat (sepanjang 50 meter, lebar lima meter dan tinggi dinding penahan lima meter di lahan eks Terminal Bumiayu di jalur lingkar kota) beserta sarana dan prasarana pendukung lainya, melebarkan jembatan selepas FO, di tahun ini. Semua bertujuan untuk menekan insiden serupa terulang kedepan. (pendim0713brebes/Aan).

Kamis, 03 Januari 2019

Kunci Keberhasilan Pemilu 2019 Adalah Sinergitas Pengamanan TNI-Polri

Brebes | Wartakodimbrebes.com -Netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu 2019 merupakan salah satu kunci yang akan menentukan keberhasilan hajatan Bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri dalam Rapat Pemantauan Perkembangan Pilpres dan Pileg Serentak 2019 di Aula Jenderal Soedirman Makodim. Kamis (3/1/2019). Ditegaskan Dandim di hadapan para Danramil dan Babinsa, dalam bidang pengamanan TNI bersinergi dengan Polri dan harus mampu menunjukkan komitmen kuat dalam pelaksanaan tugas sehingga pesta demokrasi rakyat dapat berjalan sukses. Selama pentahapan dan pelaksanaan Pemilu, TNI bersama Polri harus mampu mewujudkan Kamtibmas, mencegah terjadinya anarkisme, kerusuhan sosial baik vertikal maupun horizontal serta mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam kedaulatan negara. Tentunya upaya perbantuan pengamanan ini, tidak bisa dicapai secara instan, sehingga dibutuhkan proses yang salah satunya melalui sosialisasi tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi. Menurut Faisal Amri, kerawanan-kerawanan Pemilu 2019 diantaranya pada tahap masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara. Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, simulasi penanganan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut telah disimulasikan, termasuk pengamanan objek vital dan pejabat penyelenggara Pemilu. Diharapkan saat pelaksanaan dilapangan nanti jika telah terjalin sinkronisasi, benturan antar aparat tidak terjadi. (pendim0713brebes/Aan).

Pemilihan Perangkat Desa Grinting Bulakamba Brebes Dikawal Lintas Sektoral

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Penjaringan perangkat desa di salah satu wilayah Kabupaten Brebes, Desa Grinting Kecamatan Bulakamba, disaksikan oleh 3 pilar kebangsaan yaitu jajaran Muspika setempat. Ini adalah salah salah satu wujud upaya baru pemerintah kecamatan dalam meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakatnya di tahun yang baru. Rabu (2/1/2019).
Seleksi untuk mengisi jabatan Kadus 2 Desa Grinting dilaksanakan di Gedung Serbaguna kantor desa dilaksanakan selama 4 jam lebih dari Pukul 09.00 WIB. Nampak hadir dari puluhan orang selain Muspika antara lain, Ketua Panitia Tim Seleksi H. Dadang Rojak, Tim Independen dari Universitas STAI Brebes Ali fauzan, SH dan dari Universitas Waid Hasim Semarang Ahmad  Fatoni, Kades Grinting beserta perangkat desa, Babinsa Sertu Musmuliyadi, Babinkamtibmas serta BPD setempat.

Adapun hasil penilaian yang didapatkan peserta seleksi yang berjumlah 6 orang adalah, Tati Nurhayati, SE (30) dengan nilai 97,1, M. Mukron (36) 68,4, Edi Widodo (23) 94,6, Saeful Anwar, SHI (27) 153,6, Suwandi (31) 115,7 serta Achmad Irawan (28) dengan bobot nilai 123,5.

Disampaikan Ketua Panitia bahwa, tes seleksi dibagi dua bagian yaitu tertulis dan praktek. Setiap calon mengerjakan soal harus percaya diri dan tidak dibolehkan bekerja sama. “Tes pemilihan salah satu perangkat desa, Kadus 2 Grinting betul-betul murni tanpa intervensi dari pihak manapun. Hasil seleksi diumumkan dan disaksikan hadirin dengan nilai tertinggi Saudara Saeful Anwar, 153,6. Dari kami selaku panitia, telah menyerahkan hasil seleksi kepada Kades untuk selanjutnya memproses pengajuan terpilih menjadi perangkat desa,” terang Dadang Rojak.

Pilot project serupa ini juga telah dan akan dilakukan di beberapa wilayah Kabupaten Brebes. Hal ini sebagai upaya memilih pelayan masyarakat yang optimal berdasarkan SDM berkualitas. Tak ada KKN karena dikawal lintas sektoral. (pendim0713brebes/Aan).