Tampilkan postingan dengan label Berita Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2020

Kodim Brebes Komsos Dengan Komponen Masyarakat Membangun Negeri Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Kemanunggalan TNI bersama Rakyat sudah menjadi tugas dan tanggung jawab aparat kewilayahan, dalam hal ini Kodim 0713 Brebes melaksanakan Komunikasi Sosial dengan komponen masyarakat bertempat di aula Kodim Jalan Jenderal Soedirman Nomor 107 Brebes. Kamis (25/06/2020).

Acara Komunikasi Sosial digelar dengan tema ”bergandengan tangan membangun negeri memperkokoh persatuan dan kesatuan”.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memelihara dan meningkatkan keakraban hubungan antara Kodim dengan komponen masyarakat untuk kepentingan pertahanan negara, guna terwujudnya NKRI yang berdaulat dan sejahtera.

Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE membuka acara tersebut melalui Kepala Staf Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku yang dihadiri oleh Perwira Staf Kodim, Danramil, Babinsa, Tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat kabupaten Brebes.

Mayor Edwin dalam sambutannya menyampaikan bahwa komunikasi sosial ini bertujuan menjaga tali silaturahmi antara prajurit TNI dengan komponen masyarakat yang ada di wilayah kabupaten Brebes. Tutur Kasdim.

Hal ini tentu menjadi sangat penting dalam membantu kesulitan yang melanda masyarakat. Tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Kasdim bahwa kondisi negara saat ini sedang mengalami pandemi Covid-19, jangan menganggap remeh Covid-19 karena besar sekali kemungkinan kita terpapar virus ini. Untuk itu kita harus tetap patuh pada protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, saya ucapkan terima kasih karena sebelum masuk aula ini seluruh peserta melaksanakan protokoler tersebut.
“Pemerintah telah berupaya mumutus mata rantai Covid-19 dengan melakukan pencegahan dan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin mencuci tangan/ handsanitazer dan menjaga jarak, serta makan makanan yang bergizi, rajin olahraga, dan istirahat yang cukup, Saat ini kebijakan pemerintah melaksanakan new normal, atau istilah lain pola hidup baru dengan tujuan dapat beradaptasi menuju masyarakat yang aman dan produktif”. Tambahnya.

“Pola hidup baru tentunya sudah menjadi pertimbangan yang matang oleh Pemerintah dengan harapan aman dan produktif” Imbuhnya lagi.
”Dalam sistem pertahanan, TNI sebagai tumpuan pertahanan dalam upaya yang efisien adalah dengan melakukan pembinaan teritorial, Sebagai Tentara Nasional Indonesia tidak ada ego suku, ras dan golongan dalam tubuh TNI oleh karna itu disebut Tentara Nasional yang melalui proses dididik, dilatih dan dipersenjatai atas kepentingan Bangsa dan Negara oleh karna itu kemanunggalan TNI dan rakyat tidak dapat dipisahkan, Kondisi saat ini dan selamanya tetap kita jaga untuk tetap kondusif dengan berpedoman pada Pancasila.”Pungkasnya diakhir sambutannya. (Utsm).

Selasa, 12 Maret 2019

Rejeki Ibu Karomah Di Lokasi TMMD Brebes

Brebes |Wartakodimbrebes.com - Gelaran TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 Kodim 0713/Brebes, di Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, yang tengah memasuki separuh TMMD berdampak positif bagi warga Desa. Salah satunya adalah, sejumlah pedagang jajanan keliling makanan ringan meningkat omzetnya. Selasa (12/03/2019).

Karomah (38), pedadang keliling Dukuh Muara di RT 04/RW 05, Desa Cinanas, yang mempunyai rutinitas dadakan yaitu dengan berjualan menyediakan kopi dan sejumlah minuman lainnya, termasuk berbagai macam kue.

"Alhamdulillah Pak, saya jualan keliling sederhana sejak adanya TMMD di desa kami.
Lumayan laris, karena banyak yang ikut gotong royong di TMMD dan beli jajanan saya. Hasilnya lumayan bisa untuk nambah-nambah membantu mencukupi kebutuhan keluarga,'' ujar Karomah di sela-sela melayani anggota TNI dan warga yang sedang makan dan minum pesanannya.

Menurutnya, secara tidak langsung keberadaan TNI di desanya membuat warga lebih kreatif dalam membaca peluang usaha. ''Ada beberapa warga yang membuka warung. Ini semua berkah bagi kami untuk mengais rejeki,'' tambah Karomah. (Utsm0713)

Selasa, 15 Januari 2019

Sambut Hari Jadinya Brebes, Bupati dan Forkopimda Sowan Leluhur


Brebes | Wartakodimbrebes.com - Peringatan hari jadi Kabupaten Brebes Ke-341 (18 Januari 2019), rutinitas kegiatan kirab budaya ditiadakan. Pasalnya pemerintah daerah menganggap rentan dengan kegiatan berbau politisasi jelang Pilpres dan Pileg. Pengganti pesta rakyat ini berupa bazar yang memamerkan produk unggulan 17 kecamatan di Alun-alun Brebes dan festival tarian tradisi unggulan di Pendopo Kabupaten pada 16 Januari ini. Sebelum menggelar pestanya rakyat yang jumlah jiwanya terbanyak di Provinsi Jawa Tengah ini, Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE. MH dan jajaran Forkopimda sowan ke para pemimpin Brebes terdahulu. Ziarah rombongan ini dilaksanakan di tiga tempat terpisah, yaitu di Makam Pusponegoro I Desa Pesarean Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal dan ke Makam Mbah Rubi Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes serta ke TPU Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari, yaitu makam mantan bupati Tajudin Nurali. Selasa pagi (15/1/2019). Turut rombongan Bupati antara lain Wakil Bupati Narjo, SH, Kasdim 0713 Brebes Mayor Inf Edwin Samma Baratiku serta Forkompinda lainnya, Muspika setempat, para Kepala Desa Se-Jatibarang serta para ulama dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan dimulai dengan doa dan tahlil yang dipimpin pemuka agama kemudian diakhiri dengan tabur bunga di pusara. (Aan0713)

Kurang Pengawasan Orang Tua, Balita di Jatibarang Brebes Hanyut Dua Jam Lebih

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Ilmu yang berharga yang menjadi pedoman hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat, terkadang didapatkan dari pengalaman dan tak hanya di bangku formal/sekolah. Itulah yang disampaikan Serda Prayitno, Babinsa Buaran Koramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes, saat membantu pencarian Restu Pandu (3) Balita yang tenggelam di Sungai Sibiuk Desa Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang. Senin malam (14/1/2019).

“Kronologis kejadian bermula saat Restu dan Ibnu Sarif (4) kakak korban, bermain bersama teman-temannya di Sungai Sibiuk Desa Buaran. Korban terpeleset sehingga tercebur ke saluran irigasi berarus yang berada di belakang rumahnya. Sangat disayangkan korban meninggal walaupun ditemukan dalam kondisi masih hidup. Semoga ini menjadi perhatian bagi semua orang tua untuk tidak membiarkan anaknya bermain di bibir sungai,” himbaunya.

Lebih lanjut dijelaskan, kurangnya pengawasan orang tua penyebabnya, ibunya Iis (30) sedang mandi, sedangkan bapaknya Khaerudin (35) berjualan empek-empek keliling. Balita laki-laki warga Rt/Rw. 01 ini, hanyut dan tenggelam sekitar pukul 16.30 WIB. Berhasil ditemukan dalam kondisi masih bernafas dalam pencarian selama dua jam lebih (19.15 WIB) oleh salah satu warga, Kholis (30) saat menyisir Sibiuk tepatnya di Desa Terlangu Kecamatan Brebes atau 7 kilometer dari lokasi kejadian.

Saat didapati suhu badannya masih hangat dan denyut nadinya masih teraba. Kholis dan warga lainnya melakukan upaya penyelamatan dengan membalurkan minyak kayu putih untuk menghangatkan. Selanjutnya Restu dievakuasi ke Puskesmas Jatibarang menggunakan mobil dari Polsek.

Setelah dilakukan visum dan mediasi antara orang tua korban dengan Polsek pada pukul 20.00 WIB, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk didoakan dan dimakamkan. Tak ada tuntutan atas kejadian ini dan pihak keluarga menerima sebagai musibah, dan menyatakan terima kasih kepada seluruh masyarakat, TNI-Polri, Puskesmas dan Tim SAR Brebes. (Aan0713).

Senin, 14 Januari 2019

Komunitas Pecinta Reptil Brebes : Perbedaan Mencolok Ular Berbisa dan Tidak

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Di dunia, ada lebih dari 2000 spesies ular, namun hanya sekitar 200 jenis yang berbisa. Ciri-ciri ular berbisa adalah morfologi dari bentuk kepala segitiga/viper (kecuali cobra) dan dilengkapi taring kecil. Hal inilah yang ditransfer dalam penerimaan warga baru Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes. Minggu (13/1/2019).

“Ular berbisa juga mempunyai ciri gerakan tenang (tidak terlalu agresif) dan lambat, akan lebih agresif saat mempertahankan sarang atau teritorinya jika terusik,” ungkap Ketua Komunitas Pecinta Reptil Brebes (KPRB) Kecamatan Jatibarang, Azka (20) memegang mic dan bercelana pendek coklat.

Dilanjutkannya, melata berbisa ini tidak membelit karena sudah memiliki senjata berupa racun, warnanya mencolok, terlihat seluruh badannya saat berenang di air, memiliki taring menonjol/taring bias, mata lonjong dengan pupil elips, terdapat satu baris sisik di ujung ekor, terdapat lubang sensor antara mata dan lubang hidung yang berfungsi mencari mangsa berdarah panas, makanannya hewan karnivora dan juga memakan ular lain/satu spesiesnya sendiri, bekas luka gigitannya halus dan berbentuk lengkung serta tidak langsung pergi jika telah mematuk karena menunggu korbannya mati.

“Ular ular yang tak berbisa morfologinya antara lain bentuk kepala kebanyakan lonjong telur, warna tidak mencolok sehingga tersamar dengan kondisi lingkungannya, mata dengan pupil yang bulat, memiliki dua baris sisik di ujung ekor dan bekas gigitan terlihat berderet dan tersusun rapi. Ular juga biasanya langsung pergi untuk melarikan diri setelah mematuk,” bebernya lagi ingin merubah stigma masyarakat yang takut ular.

Selain ular mereka juga membawa berang-berang dan satu ekor biawak. Diakhir penjelasan, Azka mencontohkan beberapa ular berbisa di sekitar tempat tinggal adalah kobra/sendok, weling, ular tanah, ular hijau, ular laut dan ular pohon. (Aan0713)

Danramil Bantarkawung Brebes Ingatkan Tidak Membangun Rumah di Depan Tebing

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Pembangunan rumah yang tidak memperhatikan Amdal, sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Titik rawan bencana seperti di dekat tanggul sungai atau pinggir tebing kerap menjadi bencana dan kerugian harta benda, bahkan terkadang merugikan para tetangga yang berada di bawahnya.

Alam memang tak dapat dilawan manusia, walaupun Talud/TPT (Tanggul Penahan Tanah) sudah dirancang tahan gempa atau mampu menahan pergeseran tanah sedemikian rupa. Seperti terjadi di Dusun Bojong Neros Desa Legok Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Pergerakan tanah terjadi dan mengakibatkan talud di depan hunian Tarwijo (40) Rt. Rw. 04, amblas.

Dijelaskan kronologis oleh Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal bahwa, kejadian terjadi pada hari Minggu (13/1) sekitar pukul 22.30 WIB, setelah sebelumnya wilayah Kecamatan Bantarkawung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat antara pukul 15.00-19.00 WIB. “Talud penahan tanah di depan rumah saudara Tarwijo jebol karena tidak mampu menahan dorongan tanah. Tidak ada korban jiwa namun kerugian materiil ditaksir kurang lebih 15 juta rupiah,” ungkapnya melalui pesan whatsapp, saat bersama warga, BPBD dan anggotanya melaksanakan kerja bakti pembersihan material longsoran supaya tidak membahayakan beberapa rumah yang ada dibawahnya. Senin pagi (14/1/2019).

Lebih lanjut Zaenal katakan, untuk menghindarkan jatuhnya korban jiwa dari keluarga tersebut dan tetangga di bawahnya, ia pun menghimbau untuk mengungsi ketempat yang lebih aman jika hujan deras kembali datang. “Bencana seringkali datang saat menjelang malam hari atau subuh, kemungkinan pengaruh gaya gravitasi bumi yang sedang rendah seringkali memicu longsor,” pungkasnya.

Guna menghindarkan jatuhnya korban longsor, sebaiknya kedepan pemerintah desa mengkaji ulang tentang IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) terutama di tebing curam dan dekat bantaran sungai (titik rawan bencana). Sebagai contoh, jenis tanah merah sangat mudah longsor jika terlalu banyak menyerap air hujan. (Aan0713).

Puluhan Pramuka SWK Larangan Brebes Dibekali Survival Ular Berbisa

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Sebanyak 24 siswa dan siswi dari berbagai sekolah SMA dan SMK di wilayah Kecamatan Larangan dan binaan Koramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, dinyatakan menjadi keluarga baru Saka Wira Kartika (SWK) setelah menempuh ujian 5 krida (navigasi darat, pionering, mountaineering, penanggulangan bencana dan survival). Minggu siang (23/1/2019). Edukasi survival yang diberikan berupa pengenalan reptil dari KPRB (Komunitas Pecinta Reptil Brebes) Kecamatan Jatibarang, khususnya pengenalan ular berbisa dan tak berbisa, cara menangkapnya dengan tongkat kolong maupun sapu dan serok serta penanganan gigitan di lapangan. Disampaikan pemateri, Azka (20) Ketua Komunitas, “Ciri-ciri ular berbisa dapat dilihat dari morfologi maupun perilakunya. Kami membawa sanca besar dan kecil, ular jenis lanang sapi, ular bajing serta cobra high venom dan welang dalam aquarium, agar mereka lebih mudah membedakannya,” ungkapnya. Lanjut diterangkannya, pertolongan pertama gigitan ular di lapangan yaitu mengikat anggota gerak yang tergigit dengan 2 tongkat atau kayu (bidai). “Restrict motion atau membatasi gerak anggota badan yang terkena gigitan ular berbisa agar racun tidak cepat menyebar selama proses evakuasi mendapatkan anti bisa terdekat. Korban sebaiknya diberi minum air putih yang banyak,” imbuhnya. Azka juga menginstruksikan untuk meletakkan tempat gigitan lebih rendah dari tubuh, membersihkan tempat gigitan dan menutup dengan kain kering bersih. Jika di tangan, untuk melepas cincin atau jam agar tidak memperparah anggota tubuh yang membengkak. “Longgarkan pakaian yang dipakai dan segera cari pertolongan medis terdekat. Jangan menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah serta menyedot bisa dengan mulut, karena sangat berbahaya bagi penolong,” tegasnya. Ditambahkannya, hal yang tidak boleh dilakukan pada area gigitan adalah menggosok dengan balsam atau zat kimia lainnya, membilas/mengompres dengan air baik panas atau es. “Untuk, pemasangan torniket tidak dianjurkan, namun bisa dilakukan di bawah 30 menit pertama jika jauh dari anti-bisa dengan ikatan jangan terlalu keras,” pungkasnya. (Aan0713)

Minggu, 13 Januari 2019

DIRGAHAYU PENERANGAN TNI AD

Brebes | Wartakodimbrebes.com -

Di Brebes, Sopir Tak Ugal-ugalan Dapat Umroh dan Haji

Brebes | Wartakodimbrebes.com -Puluhan warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Bangsri, telah melakukan audiensi di kantor desa setempat. Mereka bertatap muka dengan Kades, sejumlah pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan disaksikan Camat Bulakamba Sugeng Basuki. Jumat (11/1/2019). Forum tersebut mempertanyakan terkait adanya beberapa titik pembangunan desa yang belum dilaksanakan yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu warga juga menilai pelaksanaannya tidak transparan kepada mereka. Mereka menduga beberapa pekerjaan, pelaksanaannya diberikan kepada pihak ketiga dan itu melanggar aturan menurut warga. Masyarakat juga merasa keberadaan BPD selama ini dianggap tidak mewakili serta menampung aspirasi. Hal tersebut dibantah atau salah satu anggota BPD Wahyu Sani, mewakili pemerintah desa, pihaknya merasa telah menjalankan tugas sesuai aturan dan tupoksinya, meski masih terdapat kekurangan. Sementara dijelaskan Kades, Devi Ferdian Susanto bahwa, keterlambatan pembangunan desa dikarenakan pencairan Dana Desa tahap terakhir terjadi menjelang akhir tahun. "Dengan mengadakan musyawarah bersama Kadus, BPD dan tokoh masyarakat di wilayah titik yang belum terbangun, menghasilkan berita acara kesepakatan pembangunan tetap dilaksanakan namun masuk tahun 2019,” ucapnya. Sedangkan terkait pekerjaan oleh pihak ketiga, Devi Ferdian menjelaskan bahwa setiap TPK dan anggotanya di wilayah masing-masing mengkondisikan tenaga kerja dari lingkungan/swakelola. "Terkecuali untuk pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan warga seperti sensit/pengaspalan kita menggunakan tenaga teknis," tegasnya. Ditambahkannya terkait transparansi, papan transparansi sudah ada di kantor desa dan setiap Anggota TPK sudah membawa masing-masing saat pelaksanaan pembangunan (pelaksanaan dipasang). "Intinya sudah ada ketua TPK dan anggota TPK yang mengkondisikan," pungkasnya. Audiensi juga dikawal anggota Babinsa Koramil 05 Bulakamba Kodim 0713 Brebes dan Babinkamtibmas setempat. Para peserta akhirnya meminta untuk diagendakan kembali dan selanjutnya membubarkan diri. (ts.01/Aan)

Penjelasan BPD dan Kades Terkait Tuntutan Warga Bangsri Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com -Puluhan warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Bangsri, telah melakukan audiensi di kantor desa setempat. Mereka bertatap muka dengan Kades, sejumlah pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan disaksikan Camat Bulakamba Sugeng Basuki. Jumat (11/1/2019). Forum tersebut mempertanyakan terkait adanya beberapa titik pembangunan desa yang belum dilaksanakan yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu warga juga menilai pelaksanaannya tidak transparan kepada mereka. Mereka menduga beberapa pekerjaan, pelaksanaannya diberikan kepada pihak ketiga dan itu melanggar aturan menurut warga. Masyarakat juga merasa keberadaan BPD selama ini dianggap tidak mewakili serta menampung aspirasi. Hal tersebut dibantah atau salah satu anggota BPD Wahyu Sani, mewakili pemerintah desa, pihaknya merasa telah menjalankan tugas sesuai aturan dan tupoksinya, meski masih terdapat kekurangan. Sementara dijelaskan Kades, Devi Ferdian Susanto bahwa, keterlambatan pembangunan desa dikarenakan pencairan Dana Desa tahap terakhir terjadi menjelang akhir tahun. "Dengan mengadakan musyawarah bersama Kadus, BPD dan tokoh masyarakat di wilayah titik yang belum terbangun, menghasilkan berita acara kesepakatan pembangunan tetap dilaksanakan namun masuk tahun 2019,” ucapnya. Sedangkan terkait pekerjaan oleh pihak ketiga, Devi Ferdian menjelaskan bahwa setiap TPK dan anggotanya di wilayah masing-masing mengkondisikan tenaga kerja dari lingkungan/swakelola. "Terkecuali untuk pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan warga seperti sensit/pengaspalan kita menggunakan tenaga teknis," tegasnya. Ditambahkannya terkait transparansi, papan transparansi sudah ada di kantor desa dan setiap Anggota TPK sudah membawa masing-masing saat pelaksanaan pembangunan (pelaksanaan dipasang). "Intinya sudah ada ketua TPK dan anggota TPK yang mengkondisikan," pungkasnya. Audiensi juga dikawal anggota Babinsa Koramil 05 Bulakamba Kodim 0713 Brebes dan Babinkamtibmas setempat. Para peserta akhirnya meminta untuk diagendakan kembali dan selanjutnya membubarkan diri. (ts.01/Aan)

Sabtu, 12 Januari 2019

Ribuan Pine Tree Diharapkan Meminimalisir Daerah Rawan Bencana Brebes

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Perhutani PKBH Salem KPH Pekalongan Barat, terus berbenah dalam upaya reboisasi wilayah hutan pinusnya di wilayah Kecamatan Salem, pasca terjadinya longsor nasional yang merenggut 18 korban jiwa di Desa Pasirpanjang 22 Februari 2018.

Empat jenazah tak ditemukan dalam peristiwa satu tahun silam dan 14 hektar persawahan penduduk tertutup material longsor dengan ketebalan antara 8-10 meter. Longsor diakibatkan terlepasnya tanah akibat tidak banyak akar yang mampu mencengkeramnya. Bencana alam memang tak bisa dihindari, namun yang mampu dilakukan meminimalisir longsoran serupa dengan penghijauan ribuan pine tree.

Dijelaskan Casro (41) Mandor Polter PKBH Salem merangkap anggota tim BPBD Desa Pasirpanjang, warga Dusun Cibuhun Rt. 1 Rw. 3 Pasirpanjang bahwa, mitigasi dilakukan khususnya di lingkungan sekitar mahkota longsoran lama atau di Bukit Labuhan Bulan petak petak 7 F seluas 7 hektar (mahkota longsor baru yang sudah terdapat beberapa retakan tanah). “Sekitar 3.850 batang pinus ditanam pada November 2018 lalu bersama masyarakat Salem, termasuk pemagaran areal tanam dengan kawat duri agar tidak dimakan ternak liar warga,” terangnya, Sabtu (12/1/2019).

Di petak ini juga telah dipasang dua buah EWS (Early Warning System) guna mendeteksi dan memberikan peringatan dini berupa sirine jika terjadi pergerakan tanah kepada 7 KK (23 jiwa) penduduk Dusun Jojogan dan puluhan di Cibuhun Desa Pasirpanjang. Pasalnya, kedua dusun ini diprediksi berada di jalur longsoran.

Terlihat Casro bersama Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, sedang mengukur ketinggian beberapa pine tree/pinus dari kurang lebih 3.300 batang di petak 7 D seluas 6 hektar. 7 D terletak di depan objek wisata alam Kalibaya atau disamping areal pembukaan Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem baru sepanjang 8,7 kilometer guna menggantikan akses lama yang pernah hilang sepanjang 520 meter, tersapu gelombang tanah tersebut. Selain di petak ini nampak lapang. (Aan0713).

Maksimalkan Insektisida, Petani Banjarharjo Brebes Semprot WBC Pagi Hari

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Nilaparvata lugens atau WBC, adalah hama Wereng Batang Coklat type 1 dan 2, adalah hama yang menjadi momok para petani padi, di Desa Dukuhjeruk Kecamatan Banjarharjo pun demikian. Tak mudah memang usaha mereka untuk mensejahterakan keluarganya, seperti halnya Sutardi (52) dari Poktan Sri Rejeki.

Sutardi, terlihat mendapatkan suntikan spirit dari Serda Muslimin Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes di sawah. Tak hanya itu saja, Muslimin juga terjun membantu Ibu-ibu buruh tani guna melakukan penyemprotan massal dan pemupukan di sawah seluas 0,5 hektar milik lelaki paruh baya tersebut. Sabtu pagi (12/1/2019).

Pencegahan wereng dan penyakit tanaman padi lainnya, dilakukan guna mencegah berkembangnya hama termasuk ke areal sawah lainnya, karena apabila hama tersebut tidak segera diatasi bisa mengakibatkan gagal panen.

“Untuk penyemprotan insektisida dilakukan pada waktu yang tepat yaitu pagi hari, ini untuk menghindari hujan agar hasilnya lebih maksimal membunuh hama,” ungkap Sutardi sembari mengapresiasi Babinsa. (Aan0713).

Dengan ini Warga Losari Brebes Hindarkan Amukan Kembali Cisanggarung Pantura

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Jalan Utama Pantura perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat sepanjang 1,5 kilometer tepatnya di wilayah Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, pernah lumpuh total. Pemicunya adalah jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung pada Jumat, 23 Februari 2018 silam di tiga titik yang berada di Desa Bojongsari (15 meter) dan Kalibuntu.

Hal ini dipicu tanggul tidak kuat menahan debit air sungai yang meningkat tajam pada puncak musim penghujan saat itu. Ratusan rumah di 11 desa (3.693 KK) terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 80 cm hingga 1,5 meter serta ribuan hektar sawah. Desa Jatisawit, Karangsambung, Bojongsari, Babakan, Kalibuntu, Kedungneng, Randusari, Pekauman, Losari Kidul, Kecipir dan Limbangan, kesemuanya mendapatkan jatah air limpasan. Tiga jiwa terenggut dan bahkan ada yang hanyut sampai ke wilayah Kecamatan Tanjung.

Banyak kendaraan yang terpaksa berputar balik menuju Cirebon melalui jalan tol. Luapan sungai mulai membanjiri jalur pantura pada pukul 10.00 WIB. Selain Cisanggarung, tanggul Sungai Kauman yang tak jauh dari Jalur Pantura juga ikut jebol sehingga ketinggian air di jalan raya mencapai 50 sentimeter melebihi tinggi median jalan.

Alam memang tak bisa dilawan, sehingga tidak ingin kejadian terulang jelang puncak curah hujan pada Februari nanti, masyarakat Desa Randusari Kecamatan Losari melaksanakan karya bakti penguatan tanggul Cisanggarung.

Dibenarkan motivator yaitu Babinsa setempat dari Koramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Serda Sayidi bahwa, sekitar 40 orang warga binaannya telah menambal tanggul pada titik pada titik kritis dan terkelupas sepanjang 100 meter dengan spesi/plesteran. Sumber dana berasal murni dari swadaya masyarakat setempat. (Aan0713)

Pilot Project Masyarakat Purwodadi Brebes Merawat Jenazah

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Ditengah-tengah masyarakat, dewasa ini sedikit sekali orang yang bisa merawat jenazah hingga proses penguburannya. Pasalnya, menurut islam atau ajaran Rosullulloh hukumnya adalah fardu kifayah (wajib). Sedangkan anjurannya supaya sebanyak mungkin orang menshalatkan jenazah kemudian mengantarnya ke kubur dan menyaksikan persemayamannya.

Untuk itulah, pihak Desa Purwodadi Kecamatan Tonjong, menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah kepada 40 orang perwakilan dari tiap-tiap dukuh ditambah perwakilan Babinsa dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes. Acara di kantor desa ini dihadiri Kepala Desa Rahmat S, Sertu Muhaimin Babinsa setempat, Ustadz Salim Marzuli S.Ag sebagai pemateri serta para Tokoh Agama dan masyarakat. Jumat siang (11/1/2019).

Adapun pelaksanaan diberikan materi berupa teori dan praktek. Disampaikan narasumber selaku tokoh agama setempat, Ustadz Salim Marzuli S.Ag bahwa, “Selama ini warga belum mengetahui tentang tata cara merawat jenazah dengan baik, terlebih ibu-ibu sudah takut duluan jika ada jenazah. Sangat sederhana, sedangkan di rumah sakit sudah menerapkan berdasarkan SOP,” ungkapnya.

Sementara menurut Babinsa, kegiatan itu sangat penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai tata cara merawat jenazah menurut ketentuan agama, karena ilmu ini jarang diajarkan sewaktu dibangku sekolah, terlebih bagi dirinya yang bertugas sebagai TNI. Sedangkan harapannya adalah agar hadirin dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada keluarganya atau penduduk lainnya. (Aan0713)

Merusak Estetika DAS, Ratusan Warga Jatibarang Brebes Angkat Bambu

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Wilayah Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes juga menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba, terlebih periode Januari-Februari 2019 yang menjadi puncaknya. Tak ingin sarana umum, pemukiman dan areal sawah dan tambak terendam kembali, ratusan masyarakat membersihkan Kaligondang. Jumat (11/1/2019).

Penduduk sekitar kali, bersama Aparatur Pemerintah Kecamatan dan seluruh Kepala Desa Se-Jatibarang, TNI, Polsek serta Ormas, bergotong-royong mengangkat sampah.

Disampaikan Danramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes, “Upaya bersama Muspika ini guna menggugah rasa malu warga agar lebih peduli dengan lingkungan, sehingga mau membersihkan serta tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Untuk sampah yang berat seperti batang bambu yang menjadi sumber tersangkutnya sampah khususnya di bawah Jembatan Desa Klikiran serta Jembatan Breng-breng, mereka menggunakan tali untuk mengikatnya dan menariknya ke darat untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir. Potongan bambu tersebut berasal dari sisa aktivitas warga yang tak terpakai.

Antusias gabungan ini, diapresiasi Plt. Camat, Subagiyo selepas kegiatan. Pasalnya selain menghindarkan banjir, juga estetika lingkungan DAS. (Aan0713)

Jumat, 11 Januari 2019

TNI Tanjung Brebes Ajak Masyarakat Buat Pemecah Ombak Darurat

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Pemecah ombak, adalah salah satu sarana yang dibuat oleh puluhan warga masyarakat Dukuh Pilangsari Desa Pengaradan Kecamatan Tanjung, dalam upaya menghentikan abrasi bantaran Sungai Kebuyutan dari arus sungai dan air laut.

Tak kurang dari 70 orang yang terdiri meliputi Kades Pengaradan Nurudin, S.Pdi bersama 5 orang perangkatnya, Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes Kapten Inf. Muhtadi beserta 8 Babinsa, Kadus Pilangsari Sukarman, Kepala BPD Caswito derta 55 orang penduduk setempat ditambah para Ketua RW serta tokoh agama dan masyarakat. Jumat (11/1/2019).

Disampaikan Kades, kegiatan selama 9 jam tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB guna mengerjakan pagar bambu penahan tanggul ditambah karung berisi tanah sepanjang 150 meter, lebar 2 meter dan kedalaman 1,5 meter. Sebelumnya masyarakat bersama gabungan unsur, apel pagi pengecekan dan pembagian tugas yang diambil oleh Danramil di Makoramil Tanjung.

Sementara dijelaskan Danramil, “Karya bhakti TNI bareng masyarakat ini dikerjakan dalam dua tahapan. Pertama adalah pembuatan patok kemudian ditancapkan sebagai pemecah ombak dan pagar bambu penahan arus, sedangkan tahap selanjutnya adalah menata karung 50 kilogram yang telah terisi tanah,” bebernya.

Dijelaskan Muhtadi lanjut bahwa, hal ini sebagai cegah dini kerusakan tanggul semakin meluas dan menghindarkan jebol pada puncak musim penghujan Februari 2019 ini. (Aan0713).

Kedepan Warga Galuh Timur Brebes Raih Keuntungan Pasca Hibahkan Tanah

Brebes | Wartakodimbrebes.com - “Banyak jempol” Itulah apresiasi yang layak diberikan bagi sebelas warga masyarakat dua desa di Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Pasalnya demi kepentingan bersama, mereka secara sukarela menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan akses antar dusun.

Dibenarkan Babinsa Galuh Timur Sertu Ali M bahwa, dirinya selaku Babinsa setempat telah melaksanakan pendampingan pengukuran tanah hibah warga yang akan dijadikan jalan pendekat antara Dusun Kalipucang dengan Dusun Kalirau Desa Galuh Timur sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 6 meter.

“Saya sangat kagum dengan semangat sengkuyung warga binaan demi kepentingan bersama. Satu sisi mungkin tanah mereka akan menjadi lebih sempit, namun sisi lainnya adalah kedepan harga tanah yang dilewati jalan ini akan jauh berbeda,” terangnya, Jumat (11/1/2019).

Lebih diperincinya, 9 dermawan pemilik lahan dari Galuh Timur meliputi Ratmi seluas 20 meter, Tasrip 30 meter, Jazuli 100 meter dan Warmo 50 meter. Keempatnya adalah warga Rt. 03 Rw. 05, sedangkan Khomsiah 75 meter, Jeni 40 meter dan Waun, juga seluas 40 meter, ketiganya warga Rt. 02 Rw. 05. Sementara itu, Rahmat Rt/Rw. 03/07 seluas 100 meter ditambah Waryo Rt/Rw. 01/05 50 meter.

“Untuk warga yang menghibahkan tanah dari Desa Kalijurang adalah Pak Wastrap dari Dusun Watukumpul Rt. 05 Rw. 07 seluas 50 meter dan Saudara Samsudin Rt. 05 Rw. 07 seluas 50 meter. Tanah selebihnya melewati tanah bengkok dan tanah wakaf makam desa,” imbuhnya.

Hadir dalam gugur gunung ini, Kades beserta perangkat desa serta puluhan masyarakat setempat termasuk sang empunya lahan. (Aan0713).

Inilah Alasan Petani Songgom Brebes Memilih Varietas Padi IR 64

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Inilah salah satu tugas dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memacu serta meningkatkan LTT (Luas Tambah Tanam) petani, Poktan ataupun Gapoktan di wilayahnya. Sinergitas dengan Kementerian Pertanian RI dalam menciptakan ketahanan pangan, dilakukan Sertu Kamdani, dengan memberikan pendampingan tanam padi.

Babinsa Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes tersebut, bersama Sahidin, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Berkah Makmur Desa Wanacala Kecamatan Songgom serta para buruh tani, menanam jenis IR 64 di areal seluas masing-masing setengah hektar milik Darto dan Ramli. Jumat (11/1/2019).

Dikatakannya, “Selaku Babinsa, tetap harus semangat sebagai motivator para petani dalam mensukseskan program pertanian pemerintah. Saat tanam padi sampai panen dan pemasarannya tetap kita dampingi, termasuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi,” ujarnya berharap para petani menanam padi serentak jenis ini.

Diketahui, Varietas IR 64 menjadi pilihan petani setempat karena termasuk jenis padi yang tahan terhadap virus kerdil rumput yang dibawa oleh hama WBC (Wereng Batang Coklat/ nilaparvata lugens) type 1 dan 2, selain sangat digemari konsumen karena rasa nasinya enak, umur genjah (110-125 hari) dan potensi hasil yang tinggi yakni mencapai 5 ton/ha.

Karakter tinggi tanaman antara 65-85 cm dengan umur berbunga 59-63 hari, anakan produktif 11-20 anakan, umur tanaman 81-98 hari, bobot 1000 biji padi mencapai 21 gram. Sementara jumlah gabah per malai sebesar 35-105. Padi sawah ini juga hemat dalam konsumsi air, sehingga menjadikannya tanaman terendah diantara varietas lainnya. Kekurangannya hanyalah tidak  dapat  tumbuh  dengan baik pada lahan sawah irigasi dataran rendah yang mengandung konsentrasi tinggi logam besi. (Aan0713).

Kamis, 10 Januari 2019

Ingin Sehat Ya Gerakkan Badan Minimal Satu Jam Sehari

Brebes - Anggota TNI Kodim 0713 Brebes, melaksanakan apel pagi dilaksanakan di halaman Gedung Olahraga Sasana Krida Adhikarsa Brebes, dalam rangka mengecek kesiapan pelaksanaan tugas pokok sehari-hari sebelum aerobik. Kegiatan diikuti kurang lebih 50 orang. Kamis pagi (10/01/2019).
Pelaksanaan kegiatan aerobik ini mempunyai tujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh prajurit. Selain itu guna mempererat kekompakan antar prajurit, melalui suara nyanyian lagu-lagu pembangkit semangat.


Perwira Seksi Intelijen Kodim, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona (pengambil apel) menyatakan bahwa, jika ingin sehat ya olahraga. Pasalnya, apabila prajurit tak sehat maka tidak akan mampu melaksanakan tugas di wilayah binaan secara maksimal.

Selain itu ditambahkannya, kegiatan ini dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis yang merupakan protap satuan sesuai petunjuk Kasad, bahwa dalam sehari orang minimal harus menggerakkan badannya selama satu jam.

Namun sebelum beraktivitas tersebut, pengecekan tekanan darah dan gerakan pemanasan wajib dilakukan supaya terhindar dari resiko cidera. (Utsm0713)

Ingin Sehat Ya Gerakkan Badan Minimal Satu Jam Sehari

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Anggota TNI Kodim 0713 Brebes, melaksanakan apel pagi dilaksanakan di halaman Gedung Olahraga Sasana Krida Adhikarsa Brebes, dalam rangka mengecek kesiapan pelaksanaan tugas pokok sehari-hari sebelum aerobik. Kegiatan diikuti kurang lebih 50 orang. Kamis pagi (10/01/2019).

Pelaksanaan kegiatan aerobik ini mempunyai tujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh prajurit. Selain itu guna mempererat kekompakan antar prajurit, melalui suara nyanyian lagu-lagu pembangkit semangat.

Perwira Seksi Intelijen Kodim, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona (pengambil apel) menyatakan bahwa, jika ingin sehat ya olahraga. Pasalnya, apabila prajurit tak sehat maka tidak akan mampu melaksanakan tugas di wilayah binaan secara maksimal.

Selain itu ditambahkannya, kegiatan ini dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis yang merupakan protap satuan sesuai petunjuk Kasad, bahwa dalam sehari orang minimal harus menggerakkan badannya selama satu jam.

Namun sebelum beraktivitas tersebut, pengecekan tekanan darah dan gerakan pemanasan wajib dilakukan supaya terhindar dari resiko cidera. (Utsm-Aan0713/Adhi)