Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2019

Tak Ingin Bencana, Masyarakat Rancawuluh Brebes Hidupkan Kembali Irigasi


Brebes | Wartakodimbrebes.com Guna melancarkan saluran pembuangan dalam cegah dini banjir puncak musim penghujan di wilayah Kabupaten Brebes, yang identik terjadi di daerah Pantura, masyarakat Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba melaksanakan normalisasi irigasi desa dari sampah dan pendangkalan tanah bersama TNI. Kamis (10/1/2019).


Terlihat Dulhalim (47) TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Rancawuluh bersama masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan sampah saluran air di Rt. 04 Rw. 02, guna menghidupkan kembali suplai air untuk kebutuhan pengairan areal persawahan penduduk.

Di sela-sela gotong-royong, Serma Hernawan, Babinsa setempat dari Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes menyatakan bahwa, upaya tersebut diprakarsai pihaknya bersama TPK Rancawuluh, yang sebelumnya digelar koordinasi melalui rapat ramah tamah sederhana.

“Kami menghimbau kepada warga agar merawat saluran irigasi dalam upaya meningkatkan produksi pertanian. Selain untuk membuang air dari lingkungan warga menuju ke Sungai Pakijangan. Kami hanya memotivasi para warga dan petani,” ucapnya. (Utsm0713).

Rabu, 09 Januari 2019

Dandim Tak Ingin Bencana, Namun Yakin Brebes Siap Menghadapinya

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Brebes atas limpahan dari Pemerintah Daerah, Dandim 0713, Letkol Infanteri Faisal Amri, menyatakan apresiasi atas semangat keterlibatan seluruh elemen terkait, relawan serta masyarakat dalam kesiapan penanggulangan bencana tahun 2019.


Hal ini diungkapkannya selepas pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Personel dan Materiil Tanggap Bencana di Halaman Islamic Center Jalan Yos Sudarso, Brebes. Rabu (9/1/2019).

Diketahui, para pelajar yang tergabung dalam Pramuka Kabupaten juga siap menambah daya gedor TNI dalam menangani bencana ditambah komponen utamanya yaitu BPBD, SAR, Polres, Dinas PU, gabungan Linmas dan Satpol PP, gabungan Ormas, Dinsos, PMI, Dinkes, Dishub dan para relawan maupun masyarakat. Ini tentunya ditunjang dengan alat peralatan yang prima dari masing-masing tersebut.

Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) juga mengamini penyampaian pengambil apel, Bupati, Hj. Idza Priyanti, SE.MH bahwa, sudah menjadi tugas bersama dalam menangani bencana alam serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami akan karakteristik daerah rawan bencana. Hal ini penting guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi ancaman di sekitarnya. Selain memberikan porsi lebih terhadap penduduk rawan bencana dengan simulasi evakuasi secara terpadu dan periodik.

Ditanya daerah yang rawan, Faisal Amri menyatakan wilayah Kecamatan Salem dan Losari sementara daerah paling rawan bencana. Khususnya Salem, 7 pemukiman warga di Dusun Jojogan Desa Pasirpanjang perlu segera direlokasi, guna menghindarkan 23 warga petani penghuninya dari korban jiwa.

“Kita tidak ingin ada bencana, seandainya ada dengan apel ini kita tahu jumlah kesiapan baik tenaga maupun alat. Jika ada kekurangan akan segera diajukan oleh pemerintah daerah ke Provinsi,” tegasnya. (Aan0713)

Selasa, 08 Januari 2019

Upaya Darurat Petani Randusari Brebes Selamatkan 13 Hektar Lahan Bawang


Brebes | Wartakodimbrebes.com -  Pasca jebolnya Tanggul Sungai Bancang di Dusun Soka Desa Randusari Kecamatan Losari, yang membuat para petani bawang merah dan padi merugi, masyarakat bersama TNI melaksanakan penambalan darurat menggunakan karung tanah. Senin (7/1/2019).
Upaya ini mulai dilaksanakan pada Minggu (6/1) yang melibatkan puluhan masyarakat dan petani terdampak. Dibenarkan Babinsa setempat, Serda Sayidi bahwa, sebanyak 30 orang warga binaannya bergotong-royong memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang 60 meter dan tinggi 2 meter dengan menggunakan media karung yang diisi dengan tanah.


“Tanggul Kali Bancang jebol pada Jumat tanggal 4 Januari 2019. Penambalan tanggul kami lakukan untuk menghindarkan dampak kerugian yang lebih besar bagi petani maupun pemukiman masyarakat pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Babinsa hanya memotivasi warga untuk melakukan langkah antisipasi secepatnya sambil menunggu bantuan alat berat maupun bronjong guna lebih memaksimalkan ketahanan tanggul baru. Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, pasalnya sekitar 13 hektar lahan pertanian tergenang dengan ketinggian bervariasi rataan 50 centimeter. Sehari setelah banjir petani berusaha menyelamatkan tanamannya dengan penyedotan sawah menggunakan pompa air, mereka juga berharap tidak terjadi hujan deras sebelum tanggul jadi. (pendim0713brebes/Aan).

Minggu, 06 Januari 2019

Tak Ingin Kecolongan, Babinsa Salem Brebes Mitigasi Bencana Longsor

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Trauma healing tanah longsor yang merenggut 18 jiwa (empat belum ditemukan) dan belasan luka-luka, belum hilang di benak masyarakat Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem. Kejadian berskala nasional ini terjadi pada 22 Februari 2018 lalu, hal ini diungkapkan Bati Tuud Koramil 13 Salem, Pelda Jahri. Sabtu malam (5/1/2019).

Dijelaskannya juga, sebelumnya Mahasiswa UGM Yogyakarta bersama BPBD Provinsi Jateng dan Kabupaten, telah memasang EWS (Early Warning System) di tiga tempat berbeda pasca kejadian tersebut, yaitu berlokasi di Bukit Labuan Bulan (mahkota longsoran) dan Dusun Jojogan untuk mendeteksi pergerakan tanah, sedangkan di Dusun Nangka Gede akan berbunyi apabila curah hujan lebat.

“Sirine EWS akan berbunyi jika terjadi pergerakan tanah di Labuan Bulan. Selanjutnya apabila bukit tersebut longsor, dampaknya akan menuju ke Dusun Jojogan, Cibuhun dan Nangka Gede. Jadi, warga kami bisa menjauh dari titik rawan bencana lebih awal jika sirine di Nangka Gede berbunyi tanpa harus menunggu bunyi alarm pergeseran tanah,” ungkapnya.

Di Jojogan sendiri, retakan ini lebarnya 30 centimeter dan panjang 10 meter pada tebing setinggi 7 meter. Tujuh perumahan penduduk disini dengan 20 orang, perlu meningkatkan kewaspadaan karena tanah mudah terlepas di sekitar mahkota longsor lama, jika terlalu banyak menyerap air di puncak musim penghujan Januari-Februari 2019. Pihaknya juga telah memetakan jalur dan tempat evakuasi mulai dari Dusun Cibuhun ke Cinangka dengan titik kumpul pertama di Balai Desa Pabuaran, sedangkan titik kumpul kedua terletak di Masjid Nurul Huda Dusun/Desa Pasirpanjang. Untuk Helipad berada di dua Lapangan Sepak Bola, yaitu Pasirpanjang dan Pabuaran.
“Jika terjadi bencana kembali, untuk Dapur Umum (DU) akan didirikan di Depan Kantor Desa Pasirpanjang dan Pabuaran, kedua tempat ini kini juga berfungsi sebagai Posko Penanganan Bencana Alam. Untuk rujukan penanganan medis terdekat yaitu Puskesmas Bentar Salem, RSUD Kecamatan Bumiayu dan RSUD Majenang Kabupaten Cilacap. Sosialisasi bagi warga kedua warga desa binaan ini sedang kami rencanakan secepatnya,” tutupnya. (Aan 0713).

Sabtu, 05 Januari 2019

Tanggul Sungai Jebol, Rob Rendam Hektaran Bawang di Losari Brebes



Brebes | Wartakodimbrebes.com – Rob kembali terjadi di puncak musim penghujan Januari-Februari 2019. Tanggul Sungai Bancang sepanjang 60 meter dan tinggi 2 meter di Dusun Soka Desa Randusari Kecamatan Losari, jebol. Berkubik-kubik air menggenangi pedukuhan khususnya areal persawahan warga. Jumat (4/1/2019).
Disampaikan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sutarno, pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019, wilayahnya diguyur hujan deras yang kemudian mengakibatkan Sungai Bancang, anak Sungai Cisanggarung, meluap akibat debit air kiriman dari hulu yang berlebih. Tanggul di salah satu titik dusun tersebut menjadi rapuh akibat terendam dan akhirnya jebol karena tak mempu menahan derasnya air.

Untuk sementara korban jiwa dilaporkan nihil, dan kerugian harta benda masih dalam tahap kalkulasi. Untuk persawahan penduduk setempat dan tetangganya di wilayah Kecamatan Tanjung, baik tanaman padi maupun bawang merah terendam dengan ketinggian bervareasi rataan 50 centimeter.
“Langkah-langkah yang diambil sementara, pihak kami sudah berkoordinasi dengan desa dan selanjutnya melaporkan kepada Komandan Kodim, BPBD dan Dinas PU Kabupaten Brebes guna penambalan tanggul dengan alat berat. Sedangkan untuk penggerakan warga dalam melaksanakan karya bhakti masih menunggu bantuan alat berat untuk mempercepat proses dan bronjong,” ungkap Sutarno.

Dilaporkan pada Pukul 16.00 WIB, sungai sudah surut. Babinsa dan masyarakat sedang berupaya mengumpulkan karung guna membantu penambalan tanggul. (pendim0713brebes/Aan).

Banjir Ancam Petani Bawang Gagal Panen, Ini Yang Coba Dilakukan

Brebes | Wartakodimbrebes.com – Di wilayah Pantura Brebes, tepatnya di Dusun Sinung Desa Lemahabang Kecamatan Tanjung, banjir juga menggenangi areal persawahan dan pemukiman warga, termasuk pangkalan Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes. Jumat (4/1/2019).

Dari keterangan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, dijelaskannya bahwa telah terjadi limpasan air Sungai Sinung akibat peningkatan debit air yang berlebih/over sekitar Pukul 14.35 WIB. Air merupakan kiriman dari hulu di wilayah Selatan Brebes yaitu dari Kecamatan Larangan dan Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo.

“Kronologis kejadiannya adalah, sehari sebelumnya (1/3) mulai Pukul 16.45-20.30 WIB, wilayah Tanjung dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas sedang. Pagi hari ini cerah namun di wilayah Dukuh Sinung dan pangkalan dan Rumah Dinas Danramil yang terletak di pinggir Jalan Raya Pantura sudah dikepung air dengan ketinggian antara 10-35 centimeter menjelang Pukul 14.35 WIB karena lokasinya lebih rendah dari jalanan,” beber Muhtadi.

Lebih lanjut dijelaskannya, air juga menggenangi hektaran sawah para petani bawang merah dan padi sehingga mengakibatkan terancam gagal panen. Langkah yang diambil petani adalah berupaya mengeringkan lahan menggunakan pompa air guna menyelamatkan tanaman, sedangkan Danramil dan Piket menutup aliran drainase dari arah jalan agar air tidak tambah mengalir ke pangkalan.

“Selain para petani, kami juga memasang pompa air mini dari UPTD DPKP Kecamatan guna mengurangi ketinggian dan membuangnya ke kolam ikan yang tempatnya lebih rendah lagi. Pukul 15.30 WIB, air berangsur-angsur surut dan dapat mengalir ke arah utara drainase Jalan Raya Pantura. Inilah yang dapat kami lakukan dalam menyelamatkan aset milik negara dan TNI,” tutupnya. (pendim0713brebes/Aan).

Jumat, 04 Januari 2019

Ancam Tiga Rumah, Ratusan Wong Salem Brebes Menyemut Buat Tebing Darurat

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Pasca ambruknya TPT (Talud Penahan Tanah) pada tebing setinggi 8 meter di Desa Gandoang Kecamatan Salem pada Kamis malam (3/1) yang mengancam tiga pemukiman warga yang berada di bawahnya, ratusan masyarakat yang dibantu anggota TNI-Polri, BPBD Brebes, Satpol PP dan perangkat kecamatan maupun desa setempat, melaksanakan karya bhakti. Jumat (4/1/2019).

Ini sebagaimana disampaikan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri. Lebih lanjut dijelaskannya, 120 orang gabungan tersebut membersihkan reruntuhan tanah dan batu secara estafet. Mereka juga membuat tanggul darurat dari karung yang diisi pasir ataupun tanah.

“Warga juga menancapkan potongan bambu pada tebing bekas yang longsor guna menahan laju material jika terjadi longsor susulan. Saya mewakili masyarakat disini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan darurat, khususnya kepada anggota BPBD Kabupaten Brebes yang terjun langsung ke wilayah,” apresiasi Jahri.

Lebih lanjut ditambahkannya, upaya tersebut akan terus dilakukan sampai tanggul penahan darurat benar-benar dinyatakan mampu atau kuat menahan tebing. Masyarakat berharap bantuan dari pemerintah kecamatan maupun daerah untuk merekonstruksi ulang TPT. Diketahui, Talud roboh sekitar Pukul 21.15 WIB sepanjang kurang lebih 10 meter sehingga mengancam 3 pemukiman warga menyusul hujan deras sehari sebelumnya mulai Pukul 15.00-18.30 WIB, mengguyur wilayah Kecamatan Salem dan sekitarnya. Tembok tak mampu menahan resapan air hujan dari atas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, adapun para pemilik rumah yang terancam meliputi Kartoyo (60), Warsono (25) dan Rukman (30). Ketiganya petani dan warga Rt. 02 Rw. 01. Kerugian materiil ditaksir mencapai 25 juta rupiah.

“Setelah dinyatakan aman ketiga warga beserta keluarganya tersebut diperbolehkan kembali kerumah masing-masing. Namun tetap kami himbau pada puncak musim penghujan, Januari-Februari 2019 ini, jika sewaktu2 terjadi hujan dengan intensitas yang deras dan cukup lama, segera mengungsi ketempat yang lebih aman,” imbuh Jahri. (pendim0713brebes/Aan).