Jumat, 25 Januari 2019

Tabloid Indonesia Barokah Diedarkan di 6 Masjid Kecamatan Banjarharjo Brebes

Brebes I Wartakodimbrebes.com - Panwascam Banjarharjo Kabupaten Brebes bergerak cepat menanggapi laporan warga masyarakat terkait peredaran tabloid yang berbau politik, provokasi dan menyudutkan salah satu Paslon Pilpres 2019. Setidaknya ada 6 Masjid yang mendapatkan paketan Tabloid Indonesia Barokah. Kamis (24/1/2019).


Dibenarkan Moh. Azam, Ketua Panwascam Banjarharjo bahwa, pihaknya mendapatkan laporan dari Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, Kamis petang (24/1) yang meneruskan aduan dari pengurus Masjid Al Husna, Muhaimin (48) Rt. 05 Rw. 01 Desa/Kecamatan Banjarharjo, yang mendapati paketan sekitar pukul 15.00 WIB. Alamat pengirim dari Pondok Melati Bekasi. Selanjutnya dari hasil koordinasi dengan beberapa pengurus masjid di wilayahnya atas temuan, Panwascam menghimbau agar segera menyerahkan tabloid tersebut.

Adapun masjid yang juga mendapatkan paketan serupa antara lain, Masjid Cikuya (2 paket) dan Ponpes (1 paket) sudah diamankan di Balai Desa, Masjid Baiturrahman Desa Dukuh Jeruk (3 paket) diserahkan ke Polsek, Masjid Al Ikhsan Desa Ciawi (3 paket), Masjid Desa Cibendung (3 paket) telah diserahkan ke Panwascam, Masjid Raudhatul Mustaqim Dukuh Sindangraja Desa Bandungsari (3 paketan) telah diserahkan Panwascam, dan terakhir adalah di Desa Malahayu 4 paket.

“Pelapor telah menerima amplop berwarna coklat, begitu dibuka dan dibaca ternyata isinya bermuatan politik serta menjelekkan salah satu Paslon Capres No. 2, Prabowo-Sandi. Kami bersama Babinsa langsung terjun ke lokasi guna langkah antisipasi dan mengamankan barang bukti untuk dikaji karena berkaitan dengan isu black campaign,” ungkapnya.

Panwascam, Bhabinkamtibmas dan Babinsa menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing politik adu domba di bulan-bulan politis ini, ujaran kebencian dan provokasi dalam bentuk apapun terhadap salah satu calon pemimpin bangsa akan sangat berpengaruh terhadap kondusifitas wilayah. Jika ditelan mentah masyarakat pembaca, tentunya akan menimbulkan konflik dualisme antar pendukung Paslon.

Juga berkoordinasi dengan Kantor Pos Kabupaten Brebes agar jika ada paketan dengan alamat serupa, agar segera menyimpan atau menunda dulu pengirimannya sampai ada kajian. Sementara pihak Pos mengaku hanya menyampaikan paketan kepada alamat yang tertera dan tidak mengetahui isinya. (Aan/Adin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar