Selasa, 08 Januari 2019

Fosil Purba Situs Semedo, Vertebrata Purba Tertua di Indonesia

Brebes | Wartakodimbrebes.com - Situs Purba Semedo adalah pesaing baru Situs Sangiran. Sejak viral di dunia ilmiah pada 2005 lalu, kini mulai menjadi kunci bagi ilmu pengetahuan arkeologi, paleontologi, paleoantropologi ataupun geologi tentang proses migrasi dan kolonisasi manusia purba di Jawa.

Penemu pertama kali fosil di situs ini adalah Dakri (59) petani dan seniman asal Desa Semedo Rt. 05 Rw. 02 Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang telah mengumpulkannya sejak tahun 1987 saat dirinya sedang mengurus ladang jagung. Terlihat anak Dakri, Sisworo (35) Ketua KPSS (Komunitas Peduli Situs Semedo) yang kini merawat Museum Semedo yang belum diresmikan, bersama Bedjo (33) kaos putih pemuda Desa Gandasuli Rt. 05 Rw. 03 Kecamatan/Kabupaten Brebes, saat berfoto di area display (ruang pamer) rumah pemuda 35 tersebut.

Dijelaskan Sisworo garis besar bahwa, kehidupan purba daerah Semedo sangat strategis secara letak geografis, pasalnya di titik singgungan pegunungan Serayu Utara dan dataran aluvial pantai utara Jawa yang didominasi endapan vulkanik dari Gunung Slamet. Bagian dasar situs ini diperkirakan berumur tersier pada pembentukan masa akhir Pliosen.

“Ini kemungkinan yang membuat banyak vertebrata purba bermigrasi kesini,” ungkapnya melalui sambungan ponsel kepada Serka Aan Setyawan, Penerangan Kodim 0713 Brebes. Senin malam (7/1/2019).

Lebih lanjut, kehadiran fosil-fosil Semedo dapat digolongkan kedalam Fauna Satir, Fauna Cisaat, Fauna Trinil-HK serta Fauna Kedungbrubus, bila mengacu biostratigrafi fauna vertebrata Jawa oleh de Vos et al. (1982) dan Sondaar (1986). Berbagai fosil penemuan antara lain gajah purba (elephas, stegodon dan mastodon/sinomastodon bumiajuensis), kerbau purba (bubalus palaeokerabau), banteng purba (bos palaeosondaicus), kura-kura (testudo sp, trionyx sp dan geochelone), buaya (crocodilus sp), harimau (panthera sp), serigala (canis sp), hyaena (hyaena sp) dan rusa (cervus hippelaphus). Selain itu, juga ditemukan pula fosil hewan laut seperti fragmen gigi hiu (carcharodon megalodon) dan mollusca (anadara/arca, turritella, murex dan antigona).

Semedo kemungkinan dapat mengisi bahkan menggeser Fauna Satir yang hingga saat ini diketahui terdiri dari fosil mastodon, hexaprotodon simplex, geochelone atlas dan cervidae. “Hingga kini, kegiatan yang sudah dilakukan adalah menginventarisasi serta mengidentifikasi fosil temuan hingga dilakukannya ekskavasi pada lokasi seputar temuan fosil manusia purba homo erectus yang ditemukan pada tahun 2011 silam yang dinamai Semedo 1,” jelasnya. (Aan0713)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar